Lhokseumawe –Satupena.co.id: Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menggelar pertemuan dengan PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di Ruang Kabid Kesehatan Masyarakat, Senin 3/6/2026, untuk membahas sinergi program “Broh Jeut Keu Peng”. Kedua dinas sepakat sampah yang selama ini jadi sumber penyakit, harus diubah menjadi barang bernilai ekonomi demi mewujudkan Lhokseumawe yang bersih dan sehat.
“Broh Jeut Keu Peng” yang artinya “Boleh Jadi Uang” merupakan misi prioritas Wali Kota Lhokseumawe. Program ini fokus mengolah sampah rumah tangga dan limbah organik menjadi kompos, biogas, serta barang daur ulang yang punya nilai jual.
Dari sisi kesehatan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lhokseumawe bapak Zainal Abidin SKM menegaskan tumpukan sampah dan TPS liar adalah sarang nyamuk, lalat, dan tikus. “Sampah menumpuk itu langsung nyambung ke DBD, diare, leptospirosis, sampai ISPA. Jadi kalau sampah dikelola dari hulu, beban penyakit masyarakat juga turun,” ujarnya.
Senada, PLT Kepala Dinas LHK menyampaikan Dinas LHK Bapak Zulfikar Syarif, S.E., M.S.M.siap memperkuat infrastruktur bank sampah dan edukasi pilah sampah dari rumah. Kerja sama kedua dinas akan difokuskan pada sosialisasi ke gampong, dayah, dan sekolah. Tujuannya agar masyarakat paham bahwa sampah yang dipilah dengan benar bukan hanya mengurangi penyakit, tapi juga bisa jadi penghasilan tambahan.
Ke depan, Dinkes dan Dinas LHK menargetkan penurunan kasus penyakit berbasis lingkungan di Lhokseumawe seiring berjalannya program “Broh Jeut Keu Peng”. Pemko berharap gerakan ini jadi budaya baru: warga sehat karena lingkungan bersih, dan lingkungan bersih karena sampahnya “jeut keu peng

















