AcehACEH UTARABerita

Lahan Tak Terpakai Disulap Jadi Kebun Produktif, Jagung Lapas Lhoksukon Tumbuh Subur

×

Lahan Tak Terpakai Disulap Jadi Kebun Produktif, Jagung Lapas Lhoksukon Tumbuh Subur

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara, satupena.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon mulai memetik hasil dari program ketahanan pangan yang digarap di lingkungan setempat. Area yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini beralih fungsi menjadi lahan pertanian jagung yang menunjukkan pertumbuhan optimal.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Lhoksukon, Husni, meninjau langsung area budidaya pada Selasa (2/6/2026), sebulan setelah penanaman perdana. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman serta memastikan perawatan berjalan sesuai prosedur.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi tanaman relatif merata dengan dominasi hamparan hijau di seluruh petak lahan. Indikasi tersebut menandakan pengelolaan lahan berlangsung sesuai rencana.

Baca juga Artikel ini :  Kepala Rutan Cipinang Tekankan Implementasi Ikrar Pemasyarakatan dan Zero HALINAR Saat Apel Pagi

Husni menyebut pengawasan rutin diterapkan untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman. Evaluasi mencakup pengendalian organisme pengganggu, pemupukan, serta kondisi media tanam.

Baca juga Artikel ini :  Puncak Acara Hari Jadi Desa Brudu Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang

“Pemantauan berkala diperlukan agar setiap kendala dapat segera ditangani sehingga pertumbuhan tetap optimal hingga panen,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menyebut pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menilai inisiatif tersebut juga memperkuat kemandirian pengelolaan fasilitas pemasyarakatan.

Menurut dia, program pertanian di lingkungan lapas tidak semata kegiatan budidaya, melainkan upaya optimalisasi aset yang tersedia.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Longsor

“Perkembangan saat ini menjadi modal menuju hasil panen yang diharapkan. Kami ingin program ini berlanjut dan memberi dampak jangka panjang,” kata Muhidfuddin.

Pertumbuhan jagung yang stabil menandai keberhasilan awal pengelolaan lahan tersebut, sekaligus mengubah area tidak produktif menjadi sumber pangan baru.    (ZAL)

Hayo mau copy paste ya