Medan- Satupena.co.id: Komite Wilayah (KW) Liga Mahasiswa Partai NasDem Provinsi Sumatera Utara melayangkan kecaman terhadap cover edisi April 2026 yang menampilkan ilustrasi Ketua Umum Partai NasDem, . Kader partai menilai visual dan narasi yang disajikan berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak proporsional serta merugikan nama baik tokoh tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Sumatera Utara menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar penting dalam demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi etika jurnalistik.
“Tanpa etika, kebebasan pers dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.
Kecaman juga disampaikan Ketua Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi Sumatera Utara, . Ia menilai cover majalah tersebut tidak mencerminkan praktik jurnalistik yang beretika.
“Majalah Tempo sangat tidak beretika dalam menampilkan Ketua Umum kami, . Kami mengecam keras dan meminta Tempo untuk menarik edisi tersebut serta menyampaikan permintaan maaf kepada Partai NasDem,” tegasnya.
Selain itu, perwakilan kader lainnya, Murdianto, menilai desain cover tersebut tidak sekadar kritik, melainkan telah melampaui batas dengan kecenderungan merendahkan martabat seorang tokoh publik. Ia bahkan menyebut publikasi tersebut sebagai bentuk “pembunuhan karakter”.
Kader Liga Mahasiswa NasDem di Sumatera Utara juga mengaku tersinggung dan menilai produk jurnalistik tersebut tidak berimbang, cenderung provokatif, serta kurang memberikan edukasi yang memadai kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Sumatera Utara berencana melaporkan ke atas dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik.
Di sisi lain, mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menekankan agar setiap bentuk keberatan disampaikan secara santun, konstitusional, dan melalui mekanisme yang berlaku.
Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi Sumatera Utara juga mengingatkan kader mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum menyajikan fakta secara utuh.
( Ade Saputra)












