ACEHBENER MERIAHBerita

Aktivitas Gunung Bur Ni Telong Turun ke Level I, Warga Bener Meriah Diminta Tetap Waspada

151
×

Aktivitas Gunung Bur Ni Telong Turun ke Level I, Warga Bener Meriah Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah – Satupena.co.id: Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong mengalami penurunan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan status aktivitas gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal), terhitung sejak 1 November 2026 pukul 16.00 WIB.

Penurunan status tersebut disampaikan melalui Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1842.Lap/GL.03/BGL/2026 tentang Penurunan Tingkat Aktivitas Gunung Bur Ni Telong.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, keputusan penurunan status diambil berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental yang menunjukkan kondisi gunung api relatif stabil.

Baca Juga  Kompetisi Badminton Antarinstansi Semarakkan HUT KORPRI ke-55 Kota Langsa

Secara visual, hingga 31 Oktober 2026, asap kawah tidak teramati. Pengukuran temperatur menggunakan pesawat nirawak (drone) juga tidak menunjukkan adanya anomali panas yang signifikan, baik di dasar kawah maupun di sekitar kawah.

Selain itu, hasil pemantauan aktivitas kegempaan menunjukkan bahwa gempa vulkanik dangkal masih terjadi secara fluktuatif, dengan rata-rata sekitar tiga kejadian per hari. Sementara itu, gempa vulkanik berfrekuensi rendah yang berkaitan dengan pergerakan magma belum terdeteksi.

Pengukuran deformasi menggunakan tiltmeter juga tidak menunjukkan adanya akumulasi tekanan pada tubuh Gunung Bur Ni Telong. Kondisi ini mengindikasikan belum adanya aktivitas magmatik yang bergerak menuju permukaan.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Bersama Forkopimda dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Drainase Pusong Baru

Berdasarkan berbagai parameter pemantauan tersebut, Badan Geologi menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih relatif stabil sehingga statusnya dapat diturunkan menjadi Level I (Normal).

Meski demikian, masyarakat dan pengunjung tetap diminta memperhatikan rekomendasi keselamatan. Badan Geologi mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak memasuki kawasan kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius 300 meter dari pusat kawah.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan fumarola dan solfatara karena terdapat potensi bahaya berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan jiwa apabila konsentrasinya melebihi ambang batas aman.

Baca Juga  HMI IAIN Takengon Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Evaluasi Kinerja Satgas PRR

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan aktivitas gunung api, khususnya apabila terjadi peningkatan kegempaan secara signifikan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan aktivitas Gunung Bur Ni Telong dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, maupun Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Penurunan status ini menjadi kabar positif bagi masyarakat Bener Meriah. Namun, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan tetap menjadi hal utama demi menghindari risiko bencana vulkanik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *