BeritaJAWA BARAT

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum WRC BIRENDRA Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba Sejak Dini

58
×

Momentum Sumpah Pemuda, Ketum WRC BIRENDRA Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Bandung – Satupena.co.id: (28 Oktober 2026) Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga masa depan Indonesia. Salah satu tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama adalah ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berpotensi merusak masa depan generasi penerus bangsa.

Ketua Umum WRC BIRENDRA sekaligus Dewan Pembina Rehabilitasi Narkoba Lentera Amanah Bersinar, Dedi Irawadi, yang akrab disapa Edi Chang atau Edi Kobra, mengajak generasi muda, keluarga, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan narkoba sejak dini.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan, penguatan karakter generasi muda, serta kepedulian lingkungan keluarga dan masyarakat agar anak-anak dan remaja tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Permasalahan peredaran narkoba merupakan persoalan serius yang harus kita waspadai bersama. Dampaknya bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, menghambat prestasi, serta menurunkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kita harus bersama-sama mencegah dan memberantas peredarannya,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Toba Minta Aktivitas di Eks Konsesi TPL Dihentikan, Legalitas Kawasan Jadi Sorotan

Peran Keluarga Menjadi Benteng Pertama

Edi Chang menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Ia secara khusus mengajak para ibu untuk memberikan nasihat, perhatian, dan pengawasan kepada anak-anak maupun anggota keluarga lainnya agar terhindar dari bahaya narkoba.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka di dalam keluarga merupakan salah satu langkah penting untuk mengenali perubahan perilaku anak, memahami persoalan yang dihadapi, serta mencegah pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan.

Peran ibu dan keluarga tidak boleh dipandang sebelah mata. Edukasi sejak dini, keteladanan, serta pendampingan yang konsisten dapat menjadi benteng awal dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan aparat penegak hukum.

Generasi Muda Harus Berani Menolak Narkoba

Dalam pesannya kepada generasi muda, Edi Chang mengingatkan agar tidak pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, maupun bujuk rayu pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga  Sentuh Hati Warga, Aksi Sosial Sunat Gratis Polres Lampung Utara Diserbu Peserta hingga Melebihi Kuota

“WRC BIRENDRA bersama berbagai elemen terkait, termasuk BNN dan jajaran kepolisian, perlu terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan, edukasi, serta penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkoba. Kita semua memahami bahwa narkoba dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, jangan pernah mencoba atau menggunakan narkoba,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar harus terus ditingkatkan. Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan kepedulian bersama, termasuk keberanian masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi aktivitas mencurigakan kepada pihak yang berwenang.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap dugaan pelanggaran hendaknya dilaporkan melalui jalur yang tepat agar dapat ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum.

Sumpah Pemuda sebagai Penguat Komitmen Indonesia Bersinar

Lebih lanjut, Edi Chang berharap momentum Sumpah Pemuda dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, meningkatkan prestasi, serta menjauhkan diri dari perilaku yang dapat merusak masa depan.

Baca Juga  HMI IAIN Takengon Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Evaluasi Kinerja Satgas PRR

Melalui edukasi bahaya narkoba yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan tercipta lingkungan keluarga, pendidikan, serta pergaulan yang sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba.

Ia juga menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari kesadaran pribadi, diperkuat melalui pendidikan keluarga dan sekolah, serta didukung oleh kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

“Harapan kami, seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan narkoba. Apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera sampaikan informasi kepada perangkat desa atau pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Jangan sampai kita terlambat menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” harapnya.

Momentum Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata untuk membangun generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan berintegritas.

Dengan memperkuat sinergi antara keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi sosial, serta aparat penegak hukum, cita-cita mewujudkan Indonesia Bersinar—Indonesia Bersih Narkoba—diharapkan semakin nyata melalui tindakan pencegahan yang konsisten dan berkelanjutan.

( AD1 ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *