Aceh Utara – Di antara hamparan desa di Aceh Utara, sebuah rumah tanam menyimpan wajah lain pertanian masa depan. Di dalam screen house Miharu Farm, buah melon premium tumbuh dengan bantuan teknologi digital.
Air, nutrisi, dan perawatan tanaman tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tangan manusia, tetapi juga dikendalikan melalui layar telepon genggam.
Inovasi pertanian berbasis smart farming itu menarik perhatian Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, yang berkunjung ke Agroeduwisata Petik Melon Miharu Farm di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Selasa, (20/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat dari dekat bagaimana teknologi pertanian modern diterapkan di tingkat desa. Miharu Farm menawarkan pengalaman memetik melon premium secara langsung sekaligus memperkenalkan proses budidaya kepada masyarakat.
Dibina dengan dukungan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara serta Muspika Kecamatan Paya Bakong, Miharu Farm mengusung konsep pertanian modern yang terinspirasi dari teknologi budidaya di Jepang.
Di tempat ini, pertanian bukan sekadar urusan menanam dan menunggu panen. Ada teknologi yang bekerja, pengetahuan yang terus diasah, serta harapan agar generasi muda kembali melihat sektor pertanian sebagai ruang untuk tumbuh dan berinovasi.
Mengendalikan Tanaman dari Layar Ponsel
Miharu Farm menerapkan sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT). Melalui aplikasi Nido pada telepon genggam, proses perawatan tanaman, termasuk penyiraman dan pemberian nutrisi, dapat dikendalikan dengan dukungan teknologi.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan budidaya melon premium yang lebih modern dan terukur. Teknologi dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan tanaman sejak masa pertumbuhan hingga menjelang panen.
Hasil produksi Miharu Farm tidak hanya dinikmati pengunjung yang datang untuk memetik melon langsung di rumah tanam. Sebagian hasil panennya juga dipasarkan melalui jaringan ritel modern, yakni Suzuya Lhokseumawe dan Suzuya Simpang Lima, Banda Aceh.
Dengan menggabungkan budidaya dan wisata edukasi, Miharu Farm mencoba membuka pintu yang lebih lebar bagi masyarakat untuk mengenal pertanian. Pengunjung tidak sekadar membawa pulang buah, tetapi juga berkesempatan memahami proses di baliknya.
Pengelola berharap konsep tersebut dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sektor pertanian, terutama di kalangan generasi muda Aceh Utara.
Merawat Harapan dari Desa
Miharu Farm berdiri sejak 2023. Usaha budidaya melon berbasis teknologi ini didirikan oleh Abdul Hamid, S.Pi., seorang pemuda berlatar pengalaman di bidang pertanian dan pernah mengikuti program magang petani muda Indonesia.
Bagi Abdul Hamid, pertanian modern perlu diperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat desa. Teknologi, menurut arah pengembangan Miharu Farm, bukan sesuatu yang harus terasa jauh dari kehidupan petani. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat daya saing produk, dan membuka peluang usaha baru.
Miharu Farm membawa visi menjadi penghubung bagi petani di pelosok desa untuk mengenal pertanian pada era Revolusi Industri 4.0. Usaha ini juga berupaya mendorong tumbuhnya kewirausahaan di perdesaan dan melahirkan petani milenial yang mandiri serta unggul dalam pemanfaatan teknologi.
Dalam menjalankan misinya, Miharu Farm ingin turut mendukung upaya swasembada pangan, mengembangkan produk pertanian yang berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional, serta membangun kemitraan dengan sekolah dan perguruan tinggi.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka ruang penelitian dan praktik kerja lapangan bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian, rumah tanam tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang belajar bagi calon generasi penerus pertanian.
Atas inovasi yang dikembangkan, Abdul Hamid juga tercatat sebagai penerima penghargaan kategori inovasi dan teknologi Aceh Utara dalam rangka Milad Samudera Pasai ke-800.
TP-PKK: Inovasi yang Perlu Terus Dikembangkan
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Musliana Ismail menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Miharu Farm dalam mengembangkan inovasi budidaya melon premium di Aceh Utara.
Ia menilai langkah yang dilakukan Miharu Farm sejalan dengan upaya mendorong kemajuan sektor pertanian daerah. Terlebih, tempat tersebut telah menerima mahasiswa untuk penelitian dan siswa untuk menjalani praktik kerja lapangan.
“ Alhamdulillah, di sini juga sudah menerima mahasiswa penelitian dan siswa praktik kerja lapangan (PKL). Semua yang diterapkan di Miharu Farm sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mewujudkan Aceh Utara Bangkit, khususnya dalam kejayaan sektor pertanian,” ujar Musliana.
Apresiasi itu menempatkan inovasi pertanian sebagai salah satu ikhtiar yang perlu dirawat bersama. Sebab, kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan membangun pengetahuan, memperluas akses teknologi, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab perubahan zaman.
Bagi Miharu Farm, kunjungan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkenalkan budidaya melon modern kepada masyarakat.
Bagi Aceh Utara, model usaha semacam ini membuka peluang untuk mempertemukan pertanian, pendidikan, dan ekonomi lokal dalam satu ruang yang saling menguatkan.
Ketua TP-PKK Paya Bakong: Jadi Motivasi Generasi Muda
Ketua TP-PKK Kecamatan Paya Bakong, Ozzy Syah Putro, A.Md.Keb., yang turut mendampingi kunjungan tersebut, juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan pertanian modern yang dikembangkan Miharu Farm melalui budidaya melon premium berbasis smart farming.
Ia berharap usaha yang dirintis Abdul Hamid itu dapat terus berkembang, semakin maju, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kecamatan Paya Bakong maupun Aceh Utara.
Menurut Ozzy, keberhasilan mengembangkan usaha pertanian dengan memanfaatkan teknologi menjadi contoh bahwa kreativitas dan keberanian berinovasi dapat membuka peluang usaha baru di perdesaan.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk berpikir kreatif, menggali potensi di lingkungan masing-masing, dan membangun usaha yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.
“ Semoga Miharu Farm dapat berkembang lebih baik lagi dan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya agar lebih kreatif, berani berinovasi, serta mampu mengembangkan usaha-usaha lain dengan baik, seperti yang telah dilakukan Abdul Hamid,” ujarnya.
Bagi Ozzy, tumbuhnya usaha pertanian modern seperti Miharu Farm menjadi gambaran bahwa desa memiliki ruang luas untuk melahirkan pelaku usaha muda. Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga dapat menciptakan peluang bagi lingkungannya.
Paya Bakong Menatap Pertanian Masa Depan
Camat Paya Bakong, Mohammad Noval Andrian, S.STP., M.A.P., turut memberikan apresiasi terhadap upaya Miharu Farm mengembangkan budidaya melon premium dengan sistem smart farming.
Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun di Miharu Farm dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan-gagasan baru untuk kemajuan Kecamatan Paya Bakong dan Kabupaten Aceh Utara.
Harapan itu berangkat dari keyakinan bahwa inovasi tidak harus selalu lahir dari kota besar. Di desa, selama ada kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba, pertanian pun dapat menemukan wajah baru.
Abdul Hamid menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP-PKK Aceh Utara beserta rombongan yang telah berkunjung dan melihat langsung pengembangan agroeduwisata tersebut.
Ia berharap semakin banyak anak muda Aceh Utara yang tertarik menekuni sektor pertanian modern, bukan hanya sebagai pekerjaan turun-temurun, melainkan sebagai bidang usaha yang menjanjikan ruang kreativitas dan kemandirian.
“ Harapan saya, ke depan semakin banyak generasi muda Aceh Utara yang terjun ke sektor pertanian modern,” kata Abdul Hamid.
Dalam kunjungan itu, rombongan TP-PKK Aceh Utara selain didampingi pengurus TP-PKK kabupaten dan Kecamatan Paya Bakong.
Hadir pula Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, perwakilan bidang hortikultura, Camat Paya Bakong, Sekretaris Camat, Penjabat Geuchik Gampong Peureupok, serta staf Kantor Camat Paya Bakong.
Di Peureupok, melon-melon itu tumbuh dalam rumah tanam yang dikelola dengan bantuan teknologi.
Namun, harapan yang hendak dipanen Miharu Farm jauh melampaui buah yang matang di tangkainya: lahirnya generasi muda yang berani menanam gagasan, merawat pengetahuan, dan menjadikan pertanian sebagai salah satu jalan menuju masa depan Aceh Utara yang lebih mandiri.











