ACEH, satupena.co.id
10 Oktober 2026 – Endatoe Foundation dengan pilar program Endatoe Academy, menggelar webinar Endatoe Talk: Career Abroad, Step by Step Menjadi Tenaga Medis di Jerman pada Sabtu (10/10/2026) pukul 20.15 WIB melalui Zoom.
Kegiatan ini diikuti 50 peserta, terutama tenaga kesehatan dan mahasiswa kesehatan dari Aceh.
Narasumber utama, Ns. Dasma Intan Sari, S.Kep, adalah perawat asal Aceh yang kini berkarier di Jerman. Lulusan Fakultas Keperawatan Unsyiah ini sempat bekerja sekitar lima tahun di rumah sakit di Banda Aceh. Ia berangkat ke Jerman melalui program G to G (government to government) antara Kemnaker dan Triple Win Indonesia, dan kini bekerja di wilayah Bayern, sebuah kota kecil dekaty Munich. Acara dipandu Ananda Fildza Alifa dari Endatoe Academy.
Dalam paparannya, Intan menjelaskan tahapan menuju Jerman: pendaftaran dan seleksi, belajar bahasa Jerman dari level A1 hingga B1, pencocokan dengan pemberi kerja (matching), pengurusan visa, hingga proses penyetaraan profesi setelah tiba di Jerman. Seluruh proses yang ia jalani memakan waktu sekitar dua tahun. Ia menegaskan bahwa pekerjaan di rumah sakit Jerman sepenuhnya memakai bahasa Jerman, sehingga sertifikat bahasa Inggris tidak diperlukan.
Intan juga berbagi pengalaman beradaptasi, mulai dari mencari tempat tinggal, budaya kerja, hingga kolaborasi dokter dan perawat yang setara. Dalam proses adaptasinya ia mendapati bahwa perawat berhijab diterima di rumah sakit dan makanan halal mudah ditemukan. Bagi yang tidak lolos jalur G to G, tersedia jalur mandiri asalkan memiliki sertifikat bahasa Jerman. Intan mengakui peluang kerja besar, tetapi persaingan dengan tenaga kesehatan dari berbagai negara juga ketat.
Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Peserta bertanya tentang syarat pendidikan D3 dan S1 Ners, peluang bagi lulusan kebidanan, pendaftar yang sudah menikah, membawa keluarga, kontrak kerja, hingga sistem upah dan pajak.
“Setelah mendapat sertifikat B1, kami kira itu akhir. Ternyata itu awal dari adaptasi kami di Jerman,” ujar Intan.
Furqan dari Endatoe Foundation, menyampaikan: “Kami berharap webinar ini menjadi langkah awal menjembatani pemuda-pemudi Aceh untuk berkarier di luar negeri, khususnya Jerman. Aceh punya banyak tenaga muda berbakat, dan mereka layak mendapat informasi yang jelas, jujur, dan langsung dari orang yang telah menjalaninya.” Webinar ini didukung Persatuan Perawat Nasional Indonesia cabang Bireuen, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Bireuen-Aceh, Asar Humanity, dan Ksatria.











