PeristiwaSUMATERA UTARA

Bangunan Embung Di Desa Lumban Gurning Di Sorot Rabat Beton Rusak Dan keselamatan Warga Harus Di perhitingkan

×

Bangunan Embung Di Desa Lumban Gurning Di Sorot Rabat Beton Rusak Dan keselamatan Warga Harus Di perhitingkan

Sebarkan artikel ini

IRIGASI DI LUMBAN GURNING DISOROT: JALAN RABAT BETON RUSAK PARAH, PIPA WARGA TERGANGGU, KESELAMATAN DIPERTANYAKAN

PORSEA, TOBA //Satupena co.id.Pembangunan embung di Desa Lumban Gurning, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, tepatnya di kawasan Huta Sibatu Batu, menuai kekhawatiran dari masyarakat yang tinggal di bawah area pembangunan. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan, keterbukaan informasi, serta aspek keselamatan bangunan karena permukiman mereka berada sekitar 500 meter di bawah embung.

Masyarakat khawatir apabila embung tidak dikerjakan sesuai standar atau kurang mendapat perhatian setelah pembangunan selesai, mereka menjadi pihak yang paling terdampak apabila terjadi kebocoran, kerusakan, atau bencana lainnya.

Warga juga mengeluhkan belum adanya sosialisasi yang memadai mengenai gambar proyek, spesifikasi pekerjaan, sistem pengamanan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengawasan embung tersebut.

WARGA MEMPERTANYAKAN KUALITAS DAN KEAMANAN EMBUNG

Menurut keterangan masyarakat, warga Desa Lumban Gurning, khususnya Huta Sibatu Batu, ingin mengetahui secara jelas rencana dan gambar teknis pembangunan embung. Informasi tersebut dinilai penting karena posisi rumah warga berada di bawah bangunan dan berpotensi terdampak apabila terjadi masalah pada konstruksi.

Baca juga Artikel ini :  Delapan Bulan Laporan Mangkrak, Wartawan Korban Penganiayaan Pertanyakan Kinerja Polrestabes Medan

Warga berharap pihak pelaksana dan instansi terkait menjelaskan kualitas material, metode pembangunan, sistem pengendalian air, serta langkah mitigasi apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada embung.

“Kami ingin mengetahui gambar proyek dan bagaimana standar keamanannya. Rumah kami berada di bawah embung, sehingga kalau terjadi sesuatu, masyarakat di bawah yang pertama terdampak,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat menilai sosialisasi seharusnya dilakukan sejak awal agar warga memahami manfaat, risiko, serta mekanisme pengaduan terkait pembangunan tersebut.

SOSIALISASI PROYEK DINILAI BELUM MEMADAI

Warga menyampaikan bahwa mereka belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai proyek embung tersebut. Informasi mengenai sumber pendanaan, pelaksana pekerjaan, pengawas proyek, jadwal pembangunan, serta standar keselamatan dinilai belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  Seorang Pemuda Gelelungi Tengelam Di Danau Lut Tawar Takengon

Padahal, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat memahami tujuan pembangunan sekaligus ikut mengawasi dampaknya terhadap lingkungan dan permukiman sekitar.

Warga juga mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan bangunan, kebocoran, atau bencana yang berdampak terhadap rumah dan lahan masyarakat di bawah embung.

RESPONS PENGAWAS PROYEK DIPERTANYAKAN

Menurut keterangan warga, ketika mereka menyampaikan pertanyaan mengenai proyek tersebut, respons penanggung jawab dan pengawas proyek dinilai kurang etis. Warga menyebut pengawas proyek kerap menjawab dengan nada tinggi dan menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu mengetahui persoalan pembangunan tersebut.

Sikap tersebut membuat sebagian warga merasa takut untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Masyarakat menilai pengawasan proyek seharusnya dilakukan secara terbuka dan komunikatif, terlebih karena pembangunan tersebut berada dekat dengan permukiman warga.

Baca juga Artikel ini :  Kodam I/BB Gelar Baksos dan Baktikes Serentak di 80 Panti Asuhan Sambut HUT ke-75

Warga juga menyebut pengawas proyek yang disebut berasal dari pihak TNI pernah menyampaikan pernyataan yang pada intinya mempersilakan masyarakat melaporkan persoalan tersebut ke Mabes apabila terjadi bencana.

Pernyataan itu membuat warga semakin khawatir dan memilih menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak wartawan agar mendapat perhatian publik.

Keterangan mengenai respons pengawas tersebut masih perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan dan satuan TNI yang bertanggung jawab atas kegiatan pembangunan untuk memperoleh penjelasan yang berimbang.

WARGA MEMINTA KEJELASAN PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB

Masyarakat mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas konstruksi, pengawasan pekerjaan, pemeliharaan embung, serta penanganan apabila terjadi kerusakan atau bencana.

Warga berharap Pemerintah Desa Lumban Gurning, Pemerintah Kabupaten Toba, instansi teknis terkait, d

(M Siboro C.ILJ)

Hayo mau copy paste ya