LHOKSEUMAWE — Mawardi dilantik sebagai Keuchik Gampong Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, untuk masa jabatan 2026–2032, Kamis (8/10/2026).
Mawardi dilantik bersama 47 keuchik se-Kota Lhokseumawe serta seorang keuchik hasil pergantian antarwaktu (PAW). Pelantikan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar.
Setelah purnatugas sebagai abdi negara, Mawardi melanjutkan pengabdiannya melalui pemerintahan Gampong Keude Cunda. Ia menyatakan, pengalaman selama bertugas menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai keuchik.
Usai pelantikan, Mawardi mengajak masyarakat meninggalkan perbedaan selama proses pemilihan dan bersama-sama membangun gampong.
“Tidak ada lagi kata-kata 01 atau 02. Sekarang saatnya kita bersama-sama membangun Gampong Keude Cunda untuk masa depan,” kata Mawardi.
Ia mengatakan, pembangunan gampong membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, kelompok keagamaan, dan warga.
Mawardi menegaskan, pelantikan tersebut menjadi awal pelaksanaan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan pemerintahan gampong yang terbuka dan responsif.
Ia juga menyatakan akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan program pembangunan. Setiap usulan warga, kata dia, perlu dibahas berdasarkan skala prioritas, kemampuan anggaran, dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita membangun Keude Cunda bersama. Kita menatap masa depan dan bekerja untuk kepentingan warga,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Mawardi menyebut peningkatan pelayanan, kualitas sumber daya manusia, pengembangan usaha masyarakat, kegiatan kepemudaan, serta kebersihan dan keamanan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan gampong.
Ia menilai Gampong Keude Cunda memiliki potensi untuk berkembang karena berada di kawasan yang terus bergerak. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola melalui perencanaan, pendataan kebutuhan warga, dan komunikasi terbuka antara pemerintah gampong dan masyarakat.
Mawardi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan pemerintahan dan anggaran gampong. Keterbukaan dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta mencegah kesalahpahaman dalam pelaksanaan program.
“Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Keuchik hanya mengarahkan dan memfasilitasi. Hasilnya sangat bergantung pada kebersamaan seluruh warga,” ujarnya.
Mawardi berharap masa jabatan hingga 2032 dapat dimanfaatkan untuk membawa kemajuan bagi Keude Cunda melalui program yang bertahap, terukur, dan berkelanjutan.











