LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Ismail Ajalil atau yang akrab disapa Ayahwa, menyambangi sejumlah stan usaha lokal dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai, Kamis (10/9/2026). Ia melihat langsung ragam kreativitas sekaligus potensi ekonomi yang berkembang di tengah warga.
Berbagai hasil karya ditampilkan di lokasi acara. Kerajinan khas daerah, kuliner, serta olahan pangan menjadi bagian dari sajian yang menarik perhatian pengunjung.
Di setiap stan, Ayahwa berdialog dengan pelaku usaha. Pembicaraan mencakup jenis dagangan, proses pengembangan, kualitas, hingga peluang memperluas jaringan pemasaran. Para peserta turut memaparkan keunggulan barang yang mereka hasilkan.
Ayahwa mengapresiasi keterlibatan pelaku usaha dalam perayaan yang mengangkat perjalanan panjang Samudera Pasai. Menurut nya, momentum tersebut seharusnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga membuka ruang bagi perputaran ekonomi daerah.
“UMKM harus terus didorong agar mampu berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” kata Ayahwa.
Ia menilai pameran semacam ini dapat menjadi sarana memperkenalkan hasil karya sekaligus mempertemukan pengusaha dengan calon pembeli. Dari ruang promosi tersebut, terbuka peluang membangun jaringan distribusi yang lebih luas.
Ayahwa berharap pelaku usaha terus memperkuat mutu, kemasan, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Langkah itu dinilai penting agar komoditas unggulan Aceh Utara mampu bersaing di luar pasar setempat.
Pameran berlangsung sepanjang rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai. Kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk memperkenalkan dagangan, menjalin relasi bisnis, dan mencari pasar baru.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menempatkan geliat usaha skala kecil dan menengah sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Penguatan sektor tersebut juga dinilai dapat membuka kesempatan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan warga.













