Malang – Di balik selempang Runner Up 1 Putri Pariwisata Jawa Timur 2025, ada seorang perempuan muda yang tak pernah berhenti mencintai tanah kelahirannya. Ia adalah Vingky Nanda Ayu Cahyani, putri kebanggaan asal Dusun Bangsri RT 002 RW 006, Desa Pamotan, Kabupaten Malang, yang tumbuh dengan keyakinan bahwa keindahan alam dan budaya bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang harus dijaga.
Usia 24 tahun yang ia genapi pada Rabu, 9 September 2026, bukan hanya penanda bertambahnya umur. Bagi Vingky, hari itu menjadi ruang untuk berhenti sejenak, bersyukur, lalu kembali menata langkah menuju mimpi yang lebih besar: membawa nama Malang dan Jawa Timur semakin dikenal dunia melalui pesona pariwisatanya.
Malang selalu memiliki tempat istimewa di hatinya. Gunung yang menjulang, hamparan kebun, pantai yang membentang, hingga budaya yang hidup di tengah masyarakat menjadi alasan mengapa ia percaya daerah ini layak menjadi destinasi yang terus bersinar.
Sebagai Putri Pariwisata, ia memandang perannya bukan sekadar tampil di atas panggung atau mengenakan mahkota. Baginya, setiap kesempatan adalah ruang untuk memperkenalkan cerita tentang kampung halaman, mengajak generasi muda mencintai budayanya, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi daerah sendiri.
Di usia yang baru, doa yang ia panjatkan terdengar sederhana, tetapi sarat makna: semoga kesehatan, kesuksesan, dan kemudahan langkah selalu menyertainya. Lebih dari itu, ia berharap destinasi wisata di Malang dan sekitarnya semakin ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara, agar keindahan alam dan budaya Malang semakin dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.
Bagi Vingky, cinta kepada daerah bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang terus dijaga dengan konsisten. Sebab ia percaya, ketika anak muda berani mencintai tanah kelahirannya, maka harapan akan masa depan pariwisata yang lebih gemilang akan selalu menemukan jalannya.
Di usia 24 tahun, Vingky Nanda Ayu Cahyani memilih melanjutkan perjalanan itu membawa senyum, harapan, dan semangat agar Malang tetap bersinar, Jawa Timur semakin mendunia, dan Indonesia semakin kaya dengan cerita yang layak dikenang.
Reporter: Sunarto













