Bener Meriah- Satupena.co.id: Masyarakat Kampung Bener Mulie, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 8 September 2026, bertepatan dengan 27 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Kepala Kampung Bener Mulie, Basuki, S.Pi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kampung Bener Mulie yang turut berpartisipasi, baik melalui dukungan tenaga, pikiran maupun materi, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat Kampung Bener Mulie yang telah bersama-sama menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” demikian disampaikan dalam sambutannya.
Pada puncak acara, tausiah disampaikan oleh Tgk. Riduan Chari. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam.
Menurutnya, perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW penuh dengan tantangan, kesabaran, pengorbanan dan keteguhan dalam menyampaikan risalah Allah SWT. Karena itu, umat Islam hendaknya tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga berupaya meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Tgk. Riduan juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Perbedaan suku, latar belakang maupun golongan, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau terpecah belah.
Ia menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT bukan ditentukan oleh rupa, suku maupun kelompok, melainkan oleh keimanan, ketakwaan dan hati yang baik.
“Jangan kita membeda-bedakan satu sama lain karena perbedaan suku dan golongan. Allah tidak memandang rupa dan suku seseorang, tetapi Allah melihat hati dan ketakwaannya,” pesan Tgk. Riduan dalam tausyiahnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam peringatan Maulid di Kampung Bener Mulie, sekaligus mengajak masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain tausiah, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Sebanyak 16 anak yatim menerima santunan yang diserahkan langsung oleh Kepala Kampung Bener Mulie, Basuki, S.Pi.
Penyerahan santunan tersebut turut didampingi oleh Imam Kampung Bener Mulie, Suprianto.
Pemberian santunan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim sekaligus bentuk nyata dalam mengamalkan nilai kasih sayang, kepedulian dan berbagi kepada sesama yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri para tengku dan ulama, pimpinan pesantren, para undangan serta seluruh masyarakat Kampung Bener Mulie.
Melalui peringatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadikan Maulid sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.













