AcehBENER MERIAHBeritaUMKM

Dongkrak Perekonomian Keluarga, Reje Kampung Ulu Naron Kembangkan Budidaya Lebah Madu Apis cerana

×

Dongkrak Perekonomian Keluarga, Reje Kampung Ulu Naron Kembangkan Budidaya Lebah Madu Apis cerana

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah- Satupena.co.id:  Upaya meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus mendorong ketahanan pangan terus dilakukan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah. Salah satunya dilakukan Kepala Kampung Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Jasri, yang mengembangkan budidaya lebah madu jenis Apis cerana.

Budidaya lebah madu tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain relatif mudah dalam pemeliharaan, hasil panennya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Jasri mengatakan, budidaya lebah madu yang dilakukannya berawal dari keinginan untuk memanfaatkan potensi lingkungan sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, salah satu keunggulan budidaya Apis cerana adalah perawatannya yang relatif sederhana. Lebah tidak harus diberikan pakan secara khusus karena dapat mencari sumber nektar dan makanan secara alami dari lingkungan sekitar yang memiliki berbagai jenis tanaman berbunga.

Baca juga Artikel ini :  Ramadhan Berkah, Kodim 0102/Pidie Bagikan Ratusan Takjil Gratis Kepada Warga

“Budidaya madu ini sangat membantu perekonomian keluarga. Pemeliharaannya juga relatif mudah karena lebah dapat mencari makan sendiri dari tanaman yang ada di sekitar,” ujar Jasri.

Ia menjelaskan, dari satu kotak atau sarang, hasil madu yang diperoleh dapat mencapai sekitar tiga kilogram dalam sekali panen, tergantung kondisi koloni, ketersediaan sumber pakan alami, serta kondisi lingkungan.

Masa panennya pun relatif singkat. Dalam kondisi yang mendukung, madu dapat dipanen sekitar dua bulan sekali. Sementara periode produktif budidaya yang dijalankannya berlangsung sekitar delapan bulan dalam setahun, yakni mulai Juni hingga Januari.

Dengan memiliki sekitar 100 kotak sarang, Jasri menyebut produksi madu yang dihasilkan cukup potensial. Dalam periode panen, produksi yang diperolehnya dapat mencapai sekitar 50 kilogram.

Baca juga Artikel ini :  Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Wabup Samosir Sambu

Dari sisi pemasaran, madu hasil budidaya tersebut juga tidak terlalu sulit untuk dijual. Pemanfaatan media sosial dan penjualan secara daring menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menjangkau konsumen.

“Untuk pemasaran cukup mudah. Kita tawarkan melalui media sosial, dan biasanya ada saja yang membeli sehingga hasil panen bisa terserap pasar,” katanya.

Harga madu yang dihasilkan juga dinilai cukup menguntungkan. Saat ini, madu tersebut dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp170 ribu per kilogram.

Jasri berharap budidaya lebah madu tidak hanya menjadi usaha pribadi, tetapi ke depan dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kampung Ulu Naron. Menurutnya, potensi tersebut masih sangat terbuka untuk dikembangkan mengingat kondisi lingkungan di kawasan Pintu Rime Gayo yang mendukung keberadaan tanaman sebagai sumber pakan alami lebah.

Baca juga Artikel ini :  Galang kerja Sama: Camat Peukan Baro Buka Lokakarya Mini Lintas Sektoral

Ia juga mendorong masyarakat untuk melihat budidaya lebah madu sebagai salah satu alternatif usaha yang ramah lingkungan. Keberadaan lebah tidak hanya menghasilkan madu bernilai ekonomi, tetapi juga membantu proses penyerbukan tanaman sehingga memberikan manfaat bagi ekosistem dan pertanian masyarakat.

“Harapan kita, budidaya ini bisa terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang tertarik. Selain menghasilkan pendapatan, keberadaan lebah juga membantu penyerbukan tanaman dan menjaga keseimbangan lingkungan,” pungkasnya.

Pengembangan budidaya Apis cerana di Kampung Ulu Naron menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Dengan pengelolaan yang baik, dukungan pemasaran, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, madu lokal berpeluang menjadi salah satu komoditas yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

Hayo mau copy paste ya