Bener Meriah –Satupena.co.id: Tokoh nasional Anies Baswedan melanjutkan lawatan kemanusiaannya ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Setelah mengunjungi daerah terdampak di Kabupaten Pidie Jaya sejak Kamis (23/7/2026), Anies bersama rombongan menyempatkan singgah di kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah.
Dalam kunjungannya, pendiri Partai Gerakan Rakyat tersebut bertemu dengan Sahrial Abadi, inisiator pembangunan Jembatan Enang-Enang sekaligus tokoh masyarakat di wilayah tengah Aceh. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Di sela perbincangan, Anies dan Sahrial Abadi berdiskusi mengenai berbagai isu, terutama pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa. Anies menegaskan bahwa biaya pendidikan tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan oleh kebodohan.
“Apakah pendidikan itu membutuhkan biaya? Ya, tentu. Pendidikan memang tidak murah, tetapi pendidikan itu sangat berharga. Ingat, kebodohan jauh lebih mahal. Semahal-mahalnya biaya pendidikan, tetap lebih murah daripada biaya yang harus ditanggung akibat kebodohan,” ujar Anies.
Suasana diskusi semakin hangat sambil menikmati hidangan teh. Sahrial Abadi turut menceritakan perjalanan panjang pembangunan Jembatan Enang-Enang, termasuk pengorbanannya yang rela menjual sebagian aset pribadi berupa sebidang tanah demi mewujudkan akses penghubung yang kini dimanfaatkan masyarakat.
Usai berbincang, Anies bersama rombongan didampingi Sahrial Abadi dan sejumlah tokoh masyarakat meninjau langsung Jembatan Enang-Enang. Mereka melihat kondisi jembatan serta mendengarkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan dan manfaatnya bagi warga sekitar.
Setelah beberapa jam berada di lokasi, Anies dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Takengon untuk bermalam. Keesokan harinya, ia dijadwalkan menghadiri agenda di Kabupaten Aceh Tengah, termasuk menghadiri peresmian sebuah jembatan sebagai bagian dari rangkaian lawatannya di wilayah Aceh.
Penulis : Rahman PRG















