BeritaJAKARTA

Raih Gelar Doktor UI, Dr. Ayub Dwi Pranata Junus Tawarkan Model Strategis Tingkatkan Daya Saing Pelaut Indonesia di Pasar Maritim Global

×

Raih Gelar Doktor UI, Dr. Ayub Dwi Pranata Junus Tawarkan Model Strategis Tingkatkan Daya Saing Pelaut Indonesia di Pasar Maritim Global

Sebarkan artikel ini

Disertasi menegaskan kompetensi saja tidak cukup; sinergi industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci memperluas peluang pelaut Indonesia di kapal-kapal internasional.

Jakarta | Satupena.co.id – Ayub Dwi Pranata Junus resmi meraih gelar Doktor pada Program Pascasarjana Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI). Dalam disertasinya yang berjudul “Model Strategis Peningkatan Penerimaan Pelaut Indonesia di Pasar Tenaga Kerja Maritim Global”, ia mengungkap berbagai tantangan sekaligus menawarkan strategi untuk meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di tingkat internasional.

Dalam wawancara usai sidang promosi doktor di Kampus UI Salemba, Senin (13/7/2026), Dr. Ayub menyoroti masih rendahnya tingkat penerimaan pelaut Indonesia di kapal-kapal asing, meskipun banyak di antaranya telah memiliki kompetensi yang diakui secara internasional.

“Kenapa pelaut Indonesia yang sudah berkompetensi secara internasional itu masih belum sepenuhnya diterima oleh komunitas internasional, yaitu para pemilik perusahaan pelayaran? Jumlah penetrasi kita sampai sekarang masih sangat kecil,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Dr. Ayub menyimpulkan bahwa kompetensi teknis semata belum cukup untuk meningkatkan penerimaan pelaut Indonesia di pasar tenaga kerja maritim global. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan industri dapat dipenuhi secara lebih efektif.

“Supaya pelaut kita diterima, harus ada keterlibatan seluruh stakeholder, mulai dari perusahaan manajemen kapal, perusahaan pelayaran, hingga lembaga pendidikan dan pelatihan pelaut. Semua harus disatukan dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” jelasnya.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Bantu Warga Tanam Bawang Merah di Desa Bah

Menurutnya, sinergi tersebut perlu dibangun sejak awal dengan memahami kebutuhan pengguna tenaga kerja (user), sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan tuntutan industri pelayaran internasional.

Selain itu, penelitian Dr. Ayub juga menemukan bahwa brand experience atau pengalaman positif pengguna terhadap pelaut Indonesia menjadi faktor penting dalam membuka peluang kerja berikutnya.

“Jika perusahaan pelayaran pernah menggunakan pelaut Indonesia dan merasa puas dengan kinerjanya, maka peluang mereka untuk kembali merekrut pelaut Indonesia pada kesempatan berikutnya akan semakin besar,” ungkapnya.

Dr. Ayub juga menyoroti peran pemerintah yang dinilai masih belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kepercayaan pengguna luar negeri terhadap pelaut Indonesia.

Baca juga Artikel ini :  Haji Uma Kawal Pemulangan PMI Takengon yang Meninggal di Johor

“Dalam penelitian saya, para pengguna dari luar negeri belum melihat keterlibatan pemerintah secara nyata dalam mendorong penerimaan pelaut Indonesia. Pemerintah selama ini lebih dipandang sebagai regulator yang membuat aturan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil peran yang lebih strategis sebagai enabler, yakni membangun ekosistem maritim nasional yang mampu memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di sektor pelayaran internasional.

“Pemerintah perlu menciptakan ekosistem yang mendukung penguatan sektor maritim nasional, sehingga seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak bersama meningkatkan daya saing pelaut Indonesia di pasar global,” tutup Dr. Ayub.

(DVD)

Hayo mau copy paste ya