Lampung Utara –Satupena.co.id; SMA Negeri 1 Kotabumi telah mematangkan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang akan diikuti seluruh peserta didik baru ini dirancang tidak sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, menanamkan budaya positif, serta membekali siswa menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari, S.Pd., M.M., mengatakan MPLS tahun ini diselenggarakan dengan pendekatan yang edukatif, inklusif, dan humanis, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perpeloncoan.
“Peserta didik baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga dipersiapkan secara mental dan karakter agar mampu menghadapi tantangan zaman. Seluruh materi dikemas secara interaktif dan relevan sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bermakna,” ujar Media Sari, Minggu (12/7).
Dalam pelaksanaannya, SMAN 1 Kotabumi menyiapkan enam materi utama yang menjadi fokus MPLS 2026.
Materi pertama adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang bertujuan membentuk pola hidup sehat dan disiplin melalui kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur secara teratur.
Materi kedua ialah Penguatan Pendidikan Karakter, yang menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, semangat gotong royong, serta rasa cinta terhadap tanah air sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, sekolah memberikan perhatian khusus pada Pencegahan Judi Online dan Penyalahgunaan NAPZA. Materi ini menjadi salah satu prioritas mengingat meningkatnya ancaman yang dihadapi remaja di era digital. Para siswa akan diberikan pemahaman mengenai dampak buruk judi daring dan narkoba, cara menolak pengaruh negatif, serta informasi mengenai langkah-langkah mencari bantuan apabila menghadapi persoalan tersebut.
Materi keempat membahas Pencegahan Perundungan (Bullying). Peserta didik akan dikenalkan berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun siber, beserta dampak psikologis yang ditimbulkan. Selain itu, sekolah juga memperkenalkan mekanisme pelaporan yang aman dan menutup sesi ini dengan Deklarasi Sekolah Anti-Perundungan.
Materi kelima mengangkat konsep Sekolah Ramah Anak, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak dan kewajiban peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, serta tanpa diskriminasi.
Sementara itu, materi keenam berfokus pada Adaptasi Lingkungan dan Budaya Positif Sekolah, meliputi pengenalan visi dan misi sekolah, tata tertib, strategi belajar yang efektif, serta membangun hubungan yang harmonis antara siswa, guru, dan sesama peserta didik.
Melalui enam materi tersebut, SMAN 1 Kotabumi berharap MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 mampu menjadi fondasi awal bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Lampung Utara dan Indonesia.
Reporter: Andre













