BeritaPemerintahSUMATERA UTARA

Menghadir Sosialisasi Kegiatan Buku Saku Areal Preservasi di Convention Polonia Hotel. .

×

Menghadir Sosialisasi Kegiatan Buku Saku Areal Preservasi di Convention Polonia Hotel. .

Sebarkan artikel ini

Menghadir Sosialisasi Kegiatan Buku Saku Areal Preservasi di Convention Polonia Hotel.

Taput//Satupena co.id.
Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng menghadiri kegiatan Sosialisasi Buku Saku Areal Preservasi yang diselenggarakan di Le Polonia Hotel & Convention pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sosialisasi ini difokuskan pada penguatan konsep pengelolaan areal preservasi yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek konservasi, tetapi juga integrasi dengan pembangunan berkelanjutan. Buku saku yang disosialisasikan diharapkan menjadi panduan praktis dalam pengelolaan kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi serta fungsi sebagai penyangga ekosistem penting di wilayah Sumatera Utara.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Jaya Ungkap Capaian 2024: Sinergi dan Dedikasi untuk Keamanan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tapanuli Utara menegaskan bahwa sekitar 67 persen lanskap Harangan Tapanuli berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan preservasi harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya, dengan prinsip keberlanjutan serta tetap memperhatikan masyarakat hukum adat dan kearifan lokal.

Baca juga Artikel ini :  Lahan Dapur MBG di Genuren Dilaporkan Masih Bersengketa, Kuasa Hukum Layangkan Surat Pemberitahuan

Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Perlindungan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dan habitatnya di Kabupaten Tapanuli Utara. Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama antara lain :
(1) Perlindungan habitat dan koridor ekologis Orangutan Tapanuli di Harangan Tapanuli.
(2) Pencegahan alih fungsi lahan ilegal, perburuan, dan perusakan habitat.
(3) Penguatan koordinasi cepat BKSDA–Pemkab dalam konflik satwa liar.
(4) Penanganan orangutan yang masuk pemukiman (rescue, translokasi, pelepasliaran).
(5) Edukasi dan kampanye konservasi sejak dini melalui sekolah dan media.
(6) Integrasi konservasi dalam pembangunan daerah berbasis SDGs dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga Artikel ini :  Jombang Adhyaksa Playon 2025”: Olahraga, Sinergi, dan Kebersamaan di Hari Jadi Jombang ke-115

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Pakpak Bharat, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, akademisi Universitas Sumatera Utara, serta berbagai organisasi lingkungan hidup (NJO).
(M Siboro C.ILJ)

Hayo mau copy paste ya