BeritaJAWA TIMUR

Peringatan HANI 2026 di Jombang, GANN dan REGANN Kampanyekan Perang Melawan Narkoba Bersama Elemen Organisasi Lembaga dan APH Melalui Seni Budaya

×

Peringatan HANI 2026 di Jombang, GANN dan REGANN Kampanyekan Perang Melawan Narkoba Bersama Elemen Organisasi Lembaga dan APH Melalui Seni Budaya

Sebarkan artikel ini

Jombang- Satupena.co.id: Semangat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menggema hingga ke Kabupaten Jombang. Sebagai bagian dari gerakan global dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Jombang bersama Relawan Gerakan Anti Narkotika Nasional (REGANN) menggelar kegiatan edukatif bertajuk Lomba Tari Kreasi Tradisional tingkat SMP dan SMA/sederajat se-Kabupaten Jombang. 28/6/2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 25 peserta, baik perorangan maupun beregu, tersebut menjadi bukti bahwa kampanye pencegahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi juga dapat dikemas secara kreatif melalui seni, budaya, dan kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Ketua GANN Kabupaten Jombang, Rudi Yuswono, didampingi Ketua REGANN Kabupaten Jombang, Sigit Waluyo, mengatakan bahwa peringatan HANI tahun ini sengaja mengangkat tema pelestarian budaya sebagai media edukasi dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, kreatif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Baca juga Artikel ini :  Antisipasi Aksi Premanisme, Tim Patroli Polres Pidie Sasar Lokasi Wisata

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus DPD GANN Jawa Timur H. Rachmad Abidin, S.TP, perwakilan Bakesbangpol Jombang Arfan Budi Cahyo, perwakilan Satresnarkoba Polres Jombang Aris, perwakilan Dispora Jombang Eva dan Yuda, perwakilan BNN Kota Batu, serta Ketua Organisasi Penggiat Anti Narkoba Jombang sekaligus Ketua Walet Reaksi Cepat (WRC), Adi Waluyo.

Panitia menjelaskan, lomba tari kreasi tradisional dipilih bukan sekadar sebagai ajang kompetisi seni, melainkan sebagai media komunikasi sosial yang mampu menyampaikan pesan-pesan moral kepada generasi muda. Melalui gerak, ekspresi, dan kreativitas budaya, peserta diajak memahami bahaya penyalahgunaan narkotika beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, hingga masa depan mereka.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Jalin Silaturahmi dan Sinergitas dengan Penyuluh Pertanian Lapangan

Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari upaya meraih cita-cita dan mewujudkan generasi emas Indonesia. Seni dan budaya diharapkan mampu menjadi benteng karakter yang memperkuat rasa cinta tanah air, menghargai nilai-nilai luhur bangsa, serta menumbuhkan keberanian generasi muda untuk mengatakan “Tidak” terhadap narkoba.

Dalam sambutannya, para narasumber juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan semata-mata menjadi tugas aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga berbagai komunitas dan organisasi penggiat anti narkoba.

Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus.

Baca juga Artikel ini :  Wujud Kepedulian Babinsa, Sertu Zainal Abidin Laksanakan Komsos dan Cek Harga Sembako di Desa Berawang Gading

Melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2026, GANN dan REGANN Kabupaten Jombang berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki kepedulian, keberanian, dan komitmen untuk menjadi pelopor hidup sehat tanpa narkoba. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui seni dan budaya diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta Kabupaten Jombang yang aman, produktif, berprestasi, serta terbebas dari ancaman narkotika.

Peringatan HANI tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan bangsa bukan hanya dilakukan dengan penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan karakter, pelestarian budaya, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Sebab, menyelamatkan satu generasi dari bahaya narkoba berarti menjaga masa depan Indonesia.
( Ad1)

Hayo mau copy paste ya