AcehBerita

Tahun Baru Islam Momentum Membangun Kembali Karakter Aceh sebagai Serambi Makkah

×

Tahun Baru Islam Momentum Membangun Kembali Karakter Aceh sebagai Serambi Makkah

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh –Satupena.co.id: Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan refleksi dan memperkuat kembali komitmen dalam membangun karakter Aceh sebagai Serambi Makkah yang sesungguhnya. Keistimewaan Aceh tidak hanya harus tampak dalam regulasi dan simbol-simbol keislaman, tetapi juga tercermin dalam akhlak, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ittihadul Muballighin Nanggroe Aceh Darussalam (IMNAD), Tgk. H. Muniruddin M. Diah (Waled Kiran), dalam keterangannya menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Waled Kiran, peristiwa hijrah Rasulullah Saw dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan sebuah transformasi besar yang melahirkan masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berperadaban. Semangat inilah yang perlu dihidupkan kembali oleh masyarakat Aceh pada masa kini.

“Ketika kita memperingati Tahun Baru Islam, yang perlu kita tanyakan bukan hanya berapa tahun yang telah berlalu, tetapi sejauh mana perubahan ke arah yang lebih baik telah kita lakukan. Muharram harus menjadi momentum membangun kembali karakter Aceh sebagai Serambi Makkah,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Laksanakan Komsos Bahas Kamtibmas di Desa Bah

Waled Kiran menegaskan bahwa Aceh memiliki warisan sejarah yang sangat besar. Daerah ini pernah menjadi pusat pengembangan Islam di Asia Tenggara, melahirkan ulama-ulama besar, menjadi pusat pendidikan Islam, serta dikenal sebagai negeri yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan akhlak mulia.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan sosial yang muncul dewasa ini harus menjadi perhatian bersama. Fenomena penyalahgunaan narkoba, judi online, kemerosotan adab, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan teknologi digital menunjukkan bahwa pembangunan karakter harus terus diperkuat.

“Karakter Serambi Makkah tidak dibangun hanya dengan slogan. Ia harus diwujudkan melalui pendidikan, keteladanan, penguatan keluarga, dakwah yang berkelanjutan, serta kebijakan yang mendukung lahirnya masyarakat yang berakhlak dan bertakwa,” katanya.

Ia menilai bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter generasi. Karena itu, orang tua harus lebih hadir dalam mendidik anak-anak mereka di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media digital yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Baca juga Artikel ini :  Operasi Keselamatan Seulawah 2025 Dimulai, Kapolres Pidie Jaya Bagikan Helm Gratis untuk Edukasi Keselamatan

Selain itu, menurutnya, lembaga pendidikan, dayah, sekolah, dan perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

“Keberhasilan pembangunan Aceh tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi semata. Yang lebih penting adalah lahirnya generasi yang beriman, beradab, cinta ilmu, menghormati ulama, mencintai Al-Qur’an, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun para muballigh Aceh, IMNAD berkomitmen untuk terus memperkuat dakwah yang berorientasi pada pembinaan karakter umat. Para muballigh, kata Waled Kiran, harus menjadi pelopor dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin dakwah tidak hanya terdengar di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Dakwah harus mampu membangun akhlak, memperkuat persatuan, dan membangkitkan semangat umat untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini :  Polrestabes Medan Gelar Sertijab, Satresnarkoba Kini Dinahkodai Kompol Adrian

Waled Kiran juga mengajak Pemerintah Aceh, para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh komponen bangsa untuk terus bersinergi menjaga keistimewaan Aceh dan memperkuat implementasi nilai-nilai Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.

“Serambi Makkah adalah amanah sejarah yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai gelar itu hanya menjadi kebanggaan masa lalu. Kita harus membuktikannya melalui perilaku, budaya, pendidikan, dan tata kehidupan masyarakat yang mencerminkan ajaran Islam,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, selaku Ketua Umum IMNAD, Waled Kiran mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Islam kepada seluruh masyarakat Aceh.

“Atas nama keluarga besar IMNAD, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun ini menjadi momentum hijrah menuju Aceh yang lebih berakhlak, lebih berilmu, lebih bersatu, dan semakin layak menyandang predikat sebagai Serambi Makkah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan menjaga Aceh dalam naungan rahmat-Nya,” pungkas Waled Kiran.

Hayo mau copy paste ya