Aceh Tengah –Satupena.co.id: Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Bencana Hidrometeorologi DPRK Aceh Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rusip Antara, Rabu (17/6/2026), guna meninjau langsung dampak bencana sekaligus menghimpun berbagai aspirasi masyarakat yang terdampak.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Wahyuddin, didampingi Wakil Ketua Khairul Ahadian, ST, serta anggota Pansus lainnya, yakni Seven Cebro Kobat, ST, Ikhsanuddin, Yuska Mashudi, A.Md, dan Saiful MS Amirullah, S.Pd.I.
Dalam agenda tersebut, tim Pansus meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Selain melihat kondisi infrastruktur yang terdampak, rombongan juga berdialog dengan masyarakat dan pemerintah kampung untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah Kampung Pantan Bener. Di kawasan tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan cukup parah akibat derasnya arus sungai yang meluap. Bahkan, sebuah masjid yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat dilaporkan hilang terseret arus banjir, meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat.
Ketua Pansus Wahyuddin menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari upaya DPRK Aceh Tengah untuk memastikan seluruh dampak bencana terdata secara akurat dan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah.
“Seluruh laporan dari kecamatan-kecamatan terdampak terus kami himpun. Data dan temuan di lapangan ini akan menjadi bahan pembahasan bersama pihak eksekutif agar langkah penanganan dan pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Wahyuddin.
Ia menambahkan, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, instansi terkait, serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat proses pemulihan.
Melalui kunjungan tersebut, Pansus DPRK Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari proses tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Kunjungan kerja ini juga menjadi bukti keseriusan DPRK Aceh Tengah dalam memastikan suara dan kebutuhan masyarakat terdampak tersampaikan secara langsung, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga di lapangan.
Reporter ; Onot P.
Editor. Redaksi.

















