Aceh Timur –Satupena.co.id: Akses utama penghubung Kecamatan Peureulak dan Kecamatan Serbajadi (Lokop), Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan terputus akibat abrasi dan amblasnya gorong-gorong di kawasan Alur Keluwet Kilometer 85, Desa Nalon, Kecamatan Serbajadi.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pedalaman Aceh Timur pada Kamis malam hingga Jumat (18/19 Juni 2026). Debit air yang meningkat menyebabkan gorong-gorong di lokasi tersebut tidak mampu menahan derasnya arus sehingga mengalami kerusakan parah dan putus.
Akibat kerusakan tersebut, kendaraan roda empat maupun roda enam tidak dapat melintasi ruas Jalan Peureulak-Lokop. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok ke wilayah Serbajadi.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Serbajadi (FMPS), Bukhari Muslim, MH, menyampaikan bahwa kondisi jalan saat ini membutuhkan penanganan darurat dari pemerintah agar akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.
“Kami sangat berharap Pemerintah Aceh melalui UPTD Dinas PUPR Aceh Wilayah Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. Jika tidak segera ditangani, pusat Kecamatan Serbajadi bersama tujuh desa lainnya berpotensi terisolasi,” ujarnya dalam surat laporan yang disampaikan kepada instansi terkait.
Menurutnya, Jalan Peureulak-Lokop merupakan jalur vital yang menjadi satu-satunya akses darat bagi masyarakat Serbajadi untuk menuju pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Timur maupun wilayah lainnya. Selain digunakan untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan, jalan tersebut juga menjadi jalur penting bagi pelayanan kesehatan dan distribusi logistik.
Masyarakat setempat mengaku khawatir kerusakan akan semakin parah apabila hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah darurat, seperti pemasangan jembatan sementara atau perbaikan gorong-gorong yang rusak guna menghindari terputusnya akses secara total.
Surat laporan dan permohonan penanganan tersebut telah disampaikan kepada Kepala UPTD Dinas PUPR Aceh Wilayah Timur dengan tembusan kepada Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Kepala Dinas PUPR Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Bupati Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur, serta unsur Muspika Kecamatan Serbajadi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat di lokasi abrasi demi menjaga konektivitas wilayah dan mencegah terisolasinya ribuan warga di Kecamatan Serbajadi.
Redaksi

















