Bener Meriah-Sarupena.co.id: Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Minggu (7/6/2026) pukul 12.32 WIB. Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Takengon.
Berdasarkan analisis (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 4,72 Lintang Utara dan 96,80 Bujur Timur, atau sekitar 7 kilometer di sebelah barat Bener Meriah, dengan kedalaman 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra, khususnya pada segmen Lot Tawar.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.
BMKG mencatat, intensitas gempa dirasakan pada skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara di luar hanya dirasakan sebagian orang. Selain itu, benda-benda ringan tampak bergoyang, serta jendela dan pintu berderik.
Meski sempat menimbulkan kepanikan ringan di masyarakat, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Hingga pukul 13.00 WIB, hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan adanya satu kali gempa susulan (aftershock). BMKG terus melakukan monitoring untuk memastikan perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

















