Lhokseumawe –Satupena.co.id: Memasuki hari kelima perayaan Idul Adha, harga ikan di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Minggu (31/5/2026), mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan ikan segar akibat nelayan lokal yang masih menjalankan tradisi tidak melaut.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga cukup tajam. Ikan tongkol yang biasanya dijual sekitar Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp45.000 per kilogram. Ikan bandeng turut mengalami kenaikan dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, ikan denjis mencatat kenaikan paling tinggi, dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Keterbatasan stok ini berkaitan erat dengan tradisi masyarakat nelayan setempat yang menghentikan aktivitas melaut selama tujuh hari pada momen Idul Adha. Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Sulaiman, salah seorang nelayan di kawasan pesisir Lhokseumawe, mengatakan bahwa kebiasaan ini menjadi bagian dari nilai budaya yang masih dijaga hingga kini.
“Setiap Idul Adha, kami memang tidak melaut selama tujuh hari. Ini sudah menjadi tradisi sebagai bentuk penghormatan bagi saudara-saudara kita yang sedang berhaji,” ujarnya.
Dampak dari jeda melaut tersebut membuat stok ikan segar di Pasar Inpres menipis. Para pedagang pun terpaksa menaikkan harga untuk menutupi biaya distribusi yang lebih tinggi, terutama bagi pasokan yang didatangkan dari luar daerah, serta menyesuaikan dengan hukum permintaan dan penawaran.
Para pedagang memperkirakan harga ikan akan kembali normal setelah para nelayan kembali melaut usai masa tradisi berakhir. Hingga saat itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan pola konsumsi atau mencari alternatif bahan pangan lainnya.
Jurnalis: Faisal Al-Mubarak
















