Aceh Tengah- Satupena.co.id: Upaya memperluas pasar komoditas hortikultura dari dataran tinggi Gayo mulai menunjukkan hasil. Sejak pelepasan resmi pada 7 Mei 2026 oleh Deputi Kementerian Koordinator, bersama Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara di Jakarta, distribusi alpukat dari Aceh Tengah dan Bener Meriah terus bergerak masif ke berbagai wilayah di Indonesia.
Sosok yang berada di garda depan penggerak distribusi ini adalah Helmia, pengurus aktif Rumah Tani Jakarta sekaligus Koordinator Rumah Tani Aceh Tengah. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini total penyerapan alpukat telah mencapai 100 ton, dengan pengiriman yang menjangkau sejumlah daerah strategis di Pulau Jawa hingga Bali.
“Pengiriman kita sudah berjalan ke beberapa titik utama, seperti Indramayu, Kramat Jati, Surabaya, serta Bali dan wilayah lain di Pulau Jawa,” ujar Helmia.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat rantai distribusi hasil pertanian daerah agar mampu menembus pasar nasional secara berkelanjutan. Selain memperluas akses pasar, program ini juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
Petani alpukat di Aceh Tengah dan Bener Meriah kini merasakan peningkatan harga jual yang signifikan. Jika sebelumnya harga cenderung fluktuatif, saat ini berada pada kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram di tingkat petani.
“Petani sangat bersyukur. Dampak dari pengiriman ke Pulau Jawa ini membuat harga alpukat lebih stabil dan meningkat,” kata Helmia.
Program penyerapan yang dilakukan Rumah Tani Nusantara dinilai menjadi salah satu model efektif dalam menjembatani petani dengan pasar yang lebih luas. Dengan dukungan logistik dan jaringan distribusi yang terorganisir, komoditas lokal seperti alpukat Gayo kini memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional.
Ke depan, Helmia berharap pengiriman dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi volume maupun jangkauan wilayah, sehingga keberlanjutan ekonomi petani tetap terjaga dan sektor pertanian daerah semakin berkembang.













