Aceh Singkil,Satupena.co.id Zainal Abidin Simatupang terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil, periode 2026–2029, dalam konferensi ke 23 di Aula Kodim 0109 Aceh Singkil, di Kecamatan Singkil Utara, Sabtu (9/5).
Forum tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi profesi guru dalam memperkuat peran dan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Aceh Singkil.
Dalam pemilihan ketua PGRI Aceh Singkil tersebut, sebelumnya ada muncul tiga nama. Masing-masing Zainal Abidin Simatupang, Ahmad Akbar, dan Indra Ardi. Mereka bersaing ketat setelah resmi ditetapkan sebagai calon Ketua PGRI Aceh Singkil.
Ahmad Akbar selama ini merupakan Ketua Bidang Penegakan Kode Etik, Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi PGRI Aceh Singkil.
Lalu Zainal Abidin Simatupang, adalah Ketua PGRI Cabang Singkil Utara dan Indra Ardi merupakan Ketua Bidang Hubungan Dalam Negeri PGRI Aceh Singkil.
Namun, belakangan Indra Sardi mengundurkan diri saat penyampaian pernyataan kesediaan calon. Pemungutan suara kemudian diikuti dua kandidat, yakni Abidin dan Ahmad Akbar. Hasilnya, Zainal Abidin memperoleh 19 suara, sedangkan Ahmad Akbar meraih 14 suara.
Dengan hasil tersebut, Zainal Abidin terpilih sebagai Ketua PGRI Aceh Singkil periode 2026–2029.
Zainal Abidin dalam sambutannya setelah terpilih sebagai ketua PGRI Aceh Singkil, mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kebersamaan demi kemajuan organisasi.
“Dalam konferensi, dinamika dan perbedaan pendapat itu wajar. Namun, kebersamaan dan kemajuan PGRI harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Konferensi selanjutnya memilih unsur wakil ketua dan sekretaris. Dari hasil sidang tim formatur, ditetapkan Purwati Ginting sebagai Wakil Ketua I, Syafriadi sebagai Wakil Ketua II, Rusman sebagai Wakil Ketua III, dan Suriadi sebagai Sekretaris.
Konferensi 23 PGRI Aceh Singkil ini, dibuka oleh Bupati Aceh Singkil yang diwakili Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus PGRI, ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Singkil.
Ketua PGRI Aceh Singkil, M. Nazur, MM mengatakan, konferensi tahun ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”.
Menurutnya, tema tersebut menegaskan peran strategis guru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Asisten II Sekdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd menegaskan guru merupakan ujung tombak kemajuan daerah dan bangsa.
“Transformasi pendidikan tidak akan berjalan tanpa guru yang profesional, adaptif, dan terus meningkatkan kapasitas diri mengikuti perkembangan zaman,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter generasi bangsa.
Karena itu, kata dia, PGRI harus mampu menjadi organisasi yang melahirkan pendidik berkualitas, inovatif, dan berintegritas.
“Ketika berbicara pembangunan, maka kita berbicara pendidikan. Ketika berbicara pendidikan, maka kita berbicara guru. Karena itu, PGRI harus terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam memajukan pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Bahtiar yang hadir dalam Konferensi bersama M Hanafia, menyebutkan konferensi merupakan agenda rutin organisasi untuk memperkuat soliditas dan merumuskan arah perjuangan PGRI ke depan.
Ia berharap konferensi mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan serta profesionalisme guru di Aceh Singkil.
“Saya berharap proses pemilihan berjalan demokratis dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” ujar Bahtiar.
Menurut dia, perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun persaudaraan dan solidaritas harus tetap diutamakan,”tutupnya.













