AcehBENER MERIAHBeritaPemerintah

HRD Apresiasi Presiden Prabowo dan Menteri PU, Pembangunan Jembatan Weh Porak Resmi Dimulai

×

HRD Apresiasi Presiden Prabowo dan Menteri PU, Pembangunan Jembatan Weh Porak Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini

Jembatan Rangka Baja Strategis Penghubung Bireuen–Bener Meriah–Aceh Tengah Ditargetkan Rampung Tahun 2026

 Foto: Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud (HRD), meninjau pembangunan Jembatan Weh Porak di Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai jalur penghubung Bener Meriah dengan Aceh Tengah, Minggu (12/4/2026). FOTO/FERIZAL HASAN

Bener Meriah- Satupena.co.id: Anggota Komisi V DPR RI, (HRD), mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Pusat dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir besar yang melanda Aceh pada November 2025 lalu.

Apresiasi tersebut disampaikan HRD saat meninjau dimulainya pembangunan jembatan rangka baja di jalur alternatif Bireuen–Takengon, tepatnya di Desa Weh Porak, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten , Minggu (12/4/2026).

Jembatan Weh Porak memiliki peran penting sebagai penghubung tiga kabupaten, yakni , , dan . Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tengah Aceh.

Menurut HRD, pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari dorongan berbagai pihak, termasuk kepala daerah dan Wakil Ketua DPR Aceh Fraksi PKB, Salihin, yang secara konsisten memperjuangkan kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut kepada Pemerintah Pusat.

Baca juga Artikel ini :  Pembentukan Solidaritas Wartawan Jombang 

“Alhamdulillah, aspirasi dari masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah akhirnya mendapat respon cepat dari Pemerintah Pusat. Ini adalah bukti nyata sinergi yang baik antara daerah dan pusat,” ujar HRD.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada selaku Menteri Pekerjaan Umum yang dinilai sigap dalam menangani pemulihan pascabencana di Aceh.

“Terima kasih kepada bapak Menteri PU yang sangat fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, HRD turut menyampaikan terima kasih kepada atas perhatian serius terhadap pembangunan di Aceh.

“Hadirnya bapak Presiden ke Aceh secara berkala menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan daerah. Ini menjadi semangat bagi kami semua,” katanya.

Baca juga Artikel ini :  Tim Puslitbang Polri Teliti Profesionalitas dan Mitigasi Etik di Polres Pidie Jaya

Lebih lanjut, HRD menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Weh Porak memiliki nilai strategis dalam mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Aceh. Jembatan ini nantinya akan memperlancar distribusi hasil pertanian dari dan menuju jalur lintas timur hingga ke .

“Ke depan, truk kontainer diharapkan dapat melintasi jalur tengah Aceh untuk mengangkut hasil bumi ke lintas barat dan timur dengan lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Pada tahun ini, Kementerian PU juga akan membangun jembatan permanen di Weh Porak sekaligus melakukan perbaikan geometrik jalan agar kendaraan berat dari Takengon dapat melintas dengan aman dan lancar.

Jembatan Weh Porak akan dibangun menggunakan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter, dilengkapi jalan pendekat sepanjang 20 meter, dengan total anggaran sekitar Rp80 miliar. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap pengerjaan pondasi dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Baca juga Artikel ini :  Antisipasi Guantibmas Pada Libur Ahir Pekan, Polsek Kota Takengon Patroli Lokasi Wisata

Sementara itu, untuk pembangunan Jembatan Enang-Enang yang merupakan bagian dari jalan nasional, saat ini masih dalam tahap perencanaan desain dan dijadwalkan mulai konstruksi pada periode 2027–2029.

Pemerintah juga akan menangani pembangunan infrastruktur lainnya di kawasan Simpang Lancang. Proyek tersebut direncanakan ditenderkan tahun ini dan mulai dikerjakan pada 2027, dengan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter serta jalan pendekat 10 meter, dengan nilai anggaran sekitar Rp55 miliar.

HRD berharap seluruh proyek infrastruktur tersebut dapat berjalan sesuai target sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah tengah Aceh.

Hayo mau copy paste ya