AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Progres Pembangunan Jembatan Gantung di Linge Capai 5,07 Persen, TNI Kebut Pekerjaan di Tengah Kendala Akses

×

Progres Pembangunan Jembatan Gantung di Linge Capai 5,07 Persen, TNI Kebut Pekerjaan di Tengah Kendala Akses

Sebarkan artikel ini

Mobilisasi material jadi tantangan utama, distribusi harus melalui jalur alternatif akibat jembatan penghubung putus

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jamat dengan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres meski dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.

Berdasarkan laporan terbaru pada Jumat, Maret 2026, progres pembangunan jembatan gantung di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah telah mencapai 5,07 persen. Jembatan dengan panjang 110 meter ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat di wilayah terpencil.

Pekerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada tahap awal, yakni penggalian lubang abutment di titik A1, A2 serta B1 dan B2. Selain itu, kegiatan juga meliputi pelangsiran serta penyiapan material utama seperti pasir, batu, dan semen.

Baca juga Artikel ini :  *Kejurnas TDP Tenis Junior Banda Aceh Open 2025 Resmi Dibuka, Puluhan Atlet Muda Siap Bertarung!*

Untuk mendukung percepatan pembangunan, personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 3 orang anggota Koramil 05/Linge di bawah pimpinan Lettu Inf Mukhlis, serta 25 personel dari Yon TP 854/DK yang dipimpin Serda Rexy Djohan Perdana.

Sejumlah material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi, di antaranya 20 truk pasir, 10 truk batu mangga, dan 50 sak semen. Namun, proses distribusi material menghadapi tantangan berat akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas.

Baca juga Artikel ini :  Jelang Lebaran, Polres Aceh Timur Pastikan Ketersediaan dan Kualitas BBM di SPBU

Salah satu kendala utama adalah jauhnya jarak pelangsiran material dari Takengon menuju lokasi pembangunan yang mencapai sekitar 100 kilometer. Selain itu, putusnya Jembatan Kala Ili akibat terbawa arus sungai turut menghambat proses distribusi. Akibatnya, material dari toko harus ditransitkan di sekitar lokasi jembatan yang rusak, sebelum kembali dilangsir sejauh kurang lebih 25 kilometer menuju titik pembangunan.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Lhokseumawe Buka Puasa Bersama KPA/PA Wilayah Pase, Pererat Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

Meski demikian, semangat gotong royong dan kerja keras personel TNI tetap menjadi kunci dalam menjaga kelancaran proyek ini. Pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian wilayah.

Pihak pelaksana berharap adanya dukungan dan solusi atas kendala yang dihadapi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Hayo mau copy paste ya