Aceh Tengah –Satupena.co.id: Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jamat dengan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres meski dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.
Berdasarkan laporan terbaru pada Jumat, Maret 2026, progres pembangunan jembatan gantung di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah telah mencapai 5,07 persen. Jembatan dengan panjang 110 meter ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat di wilayah terpencil.
Pekerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada tahap awal, yakni penggalian lubang abutment di titik A1, A2 serta B1 dan B2. Selain itu, kegiatan juga meliputi pelangsiran serta penyiapan material utama seperti pasir, batu, dan semen.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 3 orang anggota Koramil 05/Linge di bawah pimpinan Lettu Inf Mukhlis, serta 25 personel dari Yon TP 854/DK yang dipimpin Serda Rexy Djohan Perdana.
Sejumlah material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi, di antaranya 20 truk pasir, 10 truk batu mangga, dan 50 sak semen. Namun, proses distribusi material menghadapi tantangan berat akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas.
Salah satu kendala utama adalah jauhnya jarak pelangsiran material dari Takengon menuju lokasi pembangunan yang mencapai sekitar 100 kilometer. Selain itu, putusnya Jembatan Kala Ili akibat terbawa arus sungai turut menghambat proses distribusi. Akibatnya, material dari toko harus ditransitkan di sekitar lokasi jembatan yang rusak, sebelum kembali dilangsir sejauh kurang lebih 25 kilometer menuju titik pembangunan.
Meski demikian, semangat gotong royong dan kerja keras personel TNI tetap menjadi kunci dalam menjaga kelancaran proyek ini. Pembangunan jembatan gantung tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian wilayah.
Pihak pelaksana berharap adanya dukungan dan solusi atas kendala yang dihadapi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai target yang telah ditetapkan.













