AcehACEH TENGAHBerita

Bantuan Bencana Kuyun Uken Disorot: Dana Diduga Dipotong, Data Penerima Terindikasi Dimanipulasi

×

Bantuan Bencana Kuyun Uken Disorot: Dana Diduga Dipotong, Data Penerima Terindikasi Dimanipulasi

Sebarkan artikel ini

Warga Ungkap Selisih Dana Jadup dan Penerima Tak Terdampak, Minta Aparat Segera Audit

Aceh Tengah- Satupena.co.id: Penyaluran bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 di Desa Kuyun Uken menuai sorotan tajam. Warga menduga terjadi praktik pungutan liar (pungli) serta manipulasi data dalam proses pendistribusian bantuan jaminan hidup (jadup). 7/4/2026.

Sejumlah warga mengaku tidak menerima bantuan secara utuh. Dana jadup yang seharusnya sebesar Rp8 juta per kepala keluarga (KK) diduga dipangkas menjadi Rp6 juta. “Kami tidak menerima penuh, ada selisih yang tidak jelas ke mana,” ujar warga dengan nada kecewa.

Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat 28 KK yang tercatat sebagai penerima bantuan. Dari 28 KK tersebut 16 KK mengalami rusak ringan dan 12 KK yang benar-benar mengalami kerusakan rumah kategori parah dan menerima bantuan penuh Rp8 juta.

Baca juga Artikel ini :  Anggota Koramil 08/Silih Nara Bangun Jembatan Pasca Banjir Bandang di Desa Termiara

Sementara 16 KK lainnya dikategorikan sebagai terdampak ringan dan menerima Rp6 juta. Ironisnya, dari kelompok ini, sedikitnya lima KK diduga tidak mengalami kerusakan rumah sama sekali, tetapi tetap tercatat sebagai penerima bantuan.

Temuan ini memperkuat dugaan adanya rekayasa data penerima bantuan. Warga menilai pendataan tidak dilakukan secara objektif dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Sorotan juga mengarah pada salah satu nama yang disebut sebagai Ketua RGM berinisial HR. Ia diduga menerima bantuan meskipun rumahnya tidak terdampak bencana.

Situasi ini memicu kekecewaan warga yang merasa hak mereka sebagai korban justru tergerus oleh praktik yang tidak transparan. Mereka menilai bantuan yang seharusnya menjadi bentuk kepedulian pemerintah justru ternodai oleh dugaan penyimpangan.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Pidie Jaya dan Kepala PUPR Aceh Bersinergi Tinjau Longsor di Jalur Vital Banda Aceh-Medan

Warga mendesak pemerintah daerah, inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh dan verifikasi ulang data penerima. Mereka juga meminta agar dugaan pungli dan manipulasi ini diusut tuntas serta pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Jangan sampai bantuan untuk korban bencana malah jadi ajang mencari keuntungan. Kami butuh keadilan,” tegas salah satu warga.

Sementara itu Ajemi Kepala Kampung Kuyun Uken membantah atas tuduhan terkait adanya kesalahan data dan indikasi pungli.

Baca juga Artikel ini :  Pelajar SMP Tri Sakti Lubuk Pakam Tewas Tenggelam di Sungai Sei Ular

” Hoak ya bang’ dalam bahasa daerah yang artinya Hoak itu bang.ucapnya saat membalas upaya konfirmasi melalui sambungan whatsApp.

Lebih lanjut terangnaya,
karena mane a ara jugak bebe rapa kawan nelpon menayangkan hal yang sama. ( karena Kemarin beberapa kawan juga menelpon menanyakan hal yang sama) Ucapnya.

Tapi saya pun sempat tersentak lalu saya jumpai satu persatu masyarakat saya pikir kadang aparat ada yang meminta tapi nyata nya gak, jadi yang kenak tu semua lawan politik abang sendiri sudah paham benarpun kita salah begitu lah di kampung bang.tandas Ajemi selaku Kepala Kampung ( Reje ) Kuyun Uken.

Hayo mau copy paste ya