Bener Meriah, Satupena.co.id – Setelah hampir empat bulan mengalami krisis air bersih akibat bencana hidrometeorologi, masyarakat Kampung Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, akhirnya berhasil kembali menikmati aliran air bersih berkat kerja sama dan gotong royong warga setempat.
Sebelumnya, pipa saluran air yang menjadi sumber utama kebutuhan air bersih warga hanyut terbawa arus banjir saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada Rabu, 26 November 2025 lalu. Akibatnya, warga harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Selama masa krisis, masyarakat secara rutin melakukan kerja bakti untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak agar aliran air bersih dapat kembali menjangkau permukiman warga.

Imam Pemuda Samar Kilang mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara aparat kampung dan seluruh masyarakat.
“Berkat kerja sama mukim, reje kampung, serta seluruh masyarakat setempat, alhamdulillah sekarang kami sudah kembali mendapatkan aliran air bersih,” ujar Imam Pemuda Samar Kilang, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, upaya perbaikan saluran air juga mendapat dukungan dari para relawan serta donatur, baik dari dalam maupun luar daerah. Bantuan tersebut diperoleh melalui penggalangan donasi terbuka yang menghasilkan berbagai material penting seperti semen, pipa, hingga kawat seling untuk memperbaiki jaringan air.
Sebelum saluran air berhasil diperbaiki, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Mereka mengambil air dari kawasan Keken di jalur menuju Pondok Baru dengan jarak sekitar empat kilometer dari Kampung Samar Kilang.
Tidak sedikit pula warga yang hanya mengandalkan air sumur yang digali di sekitar rumah masing-masing. Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi warga lanjut usia, termasuk para janda yang berharap hujan turun setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air.
Kini, setelah kerja keras masyarakat membuahkan hasil, aliran air bersih kembali mengalir ke perkampungan.
“Alhamdulillah sekarang kami tidak perlu lagi pergi jauh ke Keken untuk mengambil air. Berkat kerja sama semua masyarakat, air sudah kembali mengalir ke kampung kami,” kata Imam dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan ini menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi dampak bencana serta pentingnya semangat gotong royong dalam memulihkan fasilitas dasar bagi kehidupan warga. ( Iwan Karuna ).









