TOBA//Satupena co.id.
Tambunan(7/3/2026) Umat Muslim di wilayah Tambunan melaksanakan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat sunnah Tarawih berjamaah di masjid setempat dalam suasana khusyuk di bulan suci Ramadhan.
Sebelum pelaksanaan salat Tarawih, Ustadz Amri menyampaikan tausiah kepada para jamaah.
Dalam ceramahnya ia mengingatkan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan hendaknya bukan untuk dipuji manusia atau demi kepentingan duniawi, melainkan benar-benar karena mengharap ridha Allah SWT.
“Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi. Jika kita datang ke masjid bukan karena niat kepada Allah, tetapi karena kepentingan dunia, maka kita termasuk orang yang merugikan. Namun jika ibadah kita karena Allah, insyaAllah kita termasuk orang yang beruntung,” ujar Ustadz Amri di hadapan para jamaah.
Ustadz Amri juga mengingatkan bahwa manusia adalah hamba yang sangat disayangi dan dicintai oleh Allah SWT. Karena itu umat Muslim diajak untuk tunduk dan patuh menjalankan setiap perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadhan.
Bahkan sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah.
“Memberikan segelas air putih kepada orang yang berbuka puasa saja, jika dilakukan dengan ikhlas, itu sudah menjadi amal yang sangat mulia di hadapan Allah,” ungkapnya.
Selain itu, Ustadz Amri juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa bagi yang belum lancar membaca Al-Qur’an tidak perlu berkecil hati.
“Kalau kita belum bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar, kita bisa mulai dengan membaca ayat-ayat pendek. Yang penting kita terus berusaha mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan bertemu bulan Ramadhan merupakan nikmat yang sangat besar, karena tidak ada jaminan setiap orang dapat kembali bertemu Ramadhan di tahun berikutnya.
“Tahun ini kita masih diberikan kesempatan menjalankan ibadah puasa.
Namun belum tentu tahun depan kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
Oleh karena itu mari kita manfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah untuk mencapai derajat takwa,” katanya.
Menurutnya, jika manusia merasa sangat bangga ketika memperoleh gelar sarjana atau gelar doktor di dunia, maka sesungguhnya gelar yang paling mulia adalah gelar takwa yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang taat.
“Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang mendapatkan gelar takwa dari Allah SWT,” tutup Ustadz Amri.
Di akhir tausiah, ia berharap pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat dan bermanfaat, terutama bagi dirinya sendiri serta bagi seluruh jamaah yang hadir.
(M Siboro C.ILJ)






