Aceh Tengah –Satupena.co.id: Satuan Tugas (Satgas) TNI di bawah jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah terus mempercepat pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Jumat (27/2/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 58 persen.
Jembatan gantung sepanjang 120 meter itu dibangun untuk membuka dan memperlancar akses transportasi masyarakat dari Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara hingga Desa Bintang Pepara. Selama ini, konektivitas antarwilayah tersebut kerap terkendala kondisi geografis dan aliran sungai yang memisahkan permukiman warga.
Pengerjaan di lapangan melibatkan personel gabungan TNI yang tergabung dalam Satgas, terdiri dari 5 prajurit Koramil 09/Ketol di bawah komando Kapten Inf Iwan Mulyawan serta 7 personel Yon TP 854 yang dipimpin Serda Muhammad Dede Prastyo. Selain itu, kegiatan juga didukung seorang pengawas dari pihak rekanan dan partisipasi masyarakat setempat.
Di lokasi pembangunan, Satgas TNI saat ini fokus pada sejumlah pekerjaan teknis, di antaranya pelangsiran material papan untuk lantai jembatan, pengelasan rangka besi lantai, serta pengeboran dan pemasangan baut papan lantai.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, berbagai material konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi, mulai dari ratusan sak semen, puluhan batang besi berbagai ukuran, batu split dan pasir belasan truk, hingga komponen utama seperti tiang pylon, sling baja, angkur, besi UNP, dan perlengkapan pengecatan.
Ketersediaan material tersebut menjadi faktor krusial mengingat target penyelesaian jembatan ditetapkan pada Februari 2026.
Di balik progres yang terus bergerak, Satgas TNI juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Ketiadaan tim teknisi khusus menjadi salah satu kendala teknis yang harus diantisipasi secara mandiri oleh personel.
Selain itu, ketinggian konstruksi jembatan yang mencapai sekitar tujuh meter dari permukaan air menuntut prajurit bekerja dengan ekstra hati-hati. Keterbatasan perlengkapan keselamatan tubuh (body safety) juga menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pekerjaan.
Tak hanya itu, beberapa material penting seperti galagar lintang, cekam galagar lintang, dan cekam hanger dilaporkan belum tersedia dalam dua hari terakhir, sehingga berpotensi mempengaruhi ritme pekerjaan.
Meski demikian, Satgas TNI menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pengerjaan di lapangan demi memastikan jembatan gantung Desa Burlah dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Tengah.








