AcehACEH TENGAHBerita

Solidaritas Tanpa Batas, Sekber Jurnalis Aceh Barat Antar Bantuan untuk Wartawan Terdampak Banjir Bandang Aceh Tengah dan Bener Meriah

×

Solidaritas Tanpa Batas, Sekber Jurnalis Aceh Barat Antar Bantuan untuk Wartawan Terdampak Banjir Bandang Aceh Tengah dan Bener Meriah

Sebarkan artikel ini
Poto: Perwakilan Jurnalis Aceh Barat saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan Jurnalis Aceh Tengah

Aceh Tengah, Satupena.co.id –  Di tengah duka akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, semangat solidaritas dan kepedulian antarsesama jurnalis kembali menguat. Sekretariat Bersama Jurnalis Aceh Barat (JAB) menunjukkan empati nyata dengan mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi rekan-rekan wartawan yang turut terdampak bencana alam tersebut.

Penyerahan bantuan berlangsung di Gelora Caffe, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu, 11 Januari 2026, dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Ketua Sekber Jurnalis Aceh Barat, Khaidir Azhar, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan dari para jurnalis di Aceh Barat kepada sesama insan pers yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.

Baca juga Artikel ini :  Serka Erwan Melakukan Pendampingan Panen Padi Milik Kelompok Tani

“Bantuan ini hanyalah buah tangan kepedulian dari teman-teman jurnalis Aceh Barat. Tujuan utama kami datang bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan melihat langsung kondisi riil rekan-rekan wartawan di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujar Khaidir.

Dalam kesempatan tersebut, Khaidir juga menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami sebagian jurnalis di wilayah terdampak, khususnya adanya tekanan dan intimidasi dalam menjalankan tugas jurnalistik pascabencana.

“Kami mendengar adanya tekanan terhadap rekan-rekan wartawan dalam pemberitaan. Ada upaya dari berbagai pihak untuk mengarahkan isi liputan. Namun, kita harus tetap teguh dan berani. Suara jurnalis harus tetap didengar,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  Puluhan Ekor Hewan Kurban di Sembelih di Geulanggang Gampong Bireuen

Ia menambahkan, jurnalis memiliki peran strategis sebagai pekerja sosial yang menyampaikan realitas dan penderitaan masyarakat kepada publik luas. Oleh karena itu, Khaidir berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghormati dan melindungi hak-hak profesi wartawan, terutama di wilayah bencana.

Diskusi dan silaturahmi yang berlangsung usai penyerahan bantuan berjalan hangat dan penuh empati. Para wartawan saling berbagi pengalaman serta kisah perjuangan hidup dan kerja jurnalistik di tengah keterbatasan pascabencana banjir bandang dan longsor.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Tengah yang juga Penasehat PWI Kabupaten Aceh Tengah, Jurnalisa, mengungkapkan beratnya tantangan yang dihadapi wartawan di daerah terdampak.

“Kami seperti hidup di dunia yang berbeda. Harga minyak bisa mencapai Rp100 ribu per liter.pada saat terjadinya bencana. Namun, di tengah kondisi itu, kami tetap berusaha berkarya, meliput, dan memberitakan kondisi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini :  Ketua Yayasan Kartika Jaya Cabang XIV Iskandar Muda Tinjau TK Kartika XIV-4 Sigli

Pascabencana, aktivitas jurnalistik di sejumlah wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah nyaris lumpuh. Bukan karena wartawan berhenti bekerja, melainkan akibat terputusnya jaringan komunikasi dan terisolasinya jalur transportasi yang menghambat seluruh aktivitas peliputan.

Solidaritas yang ditunjukkan Sekber Jurnalis Aceh Barat ini diharapkan menjadi suntikan semangat dan penguat moral bagi para wartawan di Aceh Tengah dan Bener Meriah agar tetap bertahan serta menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, meski di tengah keterbatasan dan situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Berita

Pemkab Tapanuli Utara Hadiri Pesta Gotilon HKBP Sabungan, Ajak Masyarakat…

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Hayo mau copy paste ya