SATU PENA.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil melalui Dinas Perhubungan terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antar pulau dan mendorong sektor kepariwisataan di wilayah Kepulauan Banyak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un Nasution, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja merampungkan peninjauan lokasi serta koordinasi teknis di Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB) bersama tim ahli dari Banda Aceh.
Sedikitnya, ada dua agenda utama yang menjadi fokus Dinas Perhubungan dalam kunjungan kerja tersebut diantaranya adalah tentang kajian kelayakan Pelabuhan Feri di Haloban.
“Dalam kajian kelayakan pembangunan Pelabuhan Sandar atau Singgah Feri Saul Sepok yang berlokasi di Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat ini, kami mendatangkan tim ahli dari Banda Aceh,” kata Syam’un, Senin (31/8).
Dijelaskannya, bahwa hasil kajian kelayakan ini nantinya akan disinergikan dengan penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED), kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta pengurusan sertifikasi lahan.
”Empat dokumen ini mulai dari studi kelayakan, DED, AMDAL, hingga sertifikat tanah merupakan syarat mutlak dari Kementerian Perhubungan agar penganggaran fisik pelabuhan dapat dialokasikan melalui APBN atau dana kementerian,” ujar Syam’un,
Sebagai langkah awal di lapangan, lanjut Syam’un, Dinas Perhubungan juga telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Sekretaris Camat (Sekcam), Kemukiman, hingga Kepala Desa (Geuchik) setempat untuk memetakan lokasi secara akurat sekaligus menggalang dukungan penuh dari masyarakat Haloban.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menargetkan seluruh dokumen kelayakan selesai tepat waktu, sehingga usulan konstruksi fisik Pelabuhan Feri Haloban dapat diajukan secara menyeluruh ke Kementerian Perhubungan pada tahun 2027.
Selain Pelabuhan Feri di Haloban, agenda penting lainnya adalah penentuan titik lokasi pembangunan dermaga tambat perahu atau kapal wisata di Pulau Panjang, salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Banyak.
Syam’un menilai, selama ini infrastruktur sandar kapal bagi wisatawan di Pulau Panjang masih sangat terbatas dan belum memadai dari segi kenyamanan maupun keselamatan.
”Alhamdulillah, melalui kebijakan Bapak Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon tahun ini Dinas Perhubungan mengalokasikan pembangunan dermaga tambat di Pulau Panjang. Tim teknis sudah turun langsung ke lokasi, dan kita targetkan pembangunan fisiknya dapat segera direalisasikan tahun ini,” tambah Syam’un.
Dengan terbangunnya dermaga tambat di Pulau Panjang serta rencana pembangunan Pelabuhan Feri di Haloban, Pemkab Aceh Singkil optimistis mobilitas warga dan mobilitas wisatawan antarpulau akan semakin aman, nyaman, serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat kepulauan secara signifikan.

















