Pidie Jaya, satupena.co.id – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat terpancar dalam pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Meurah Dua yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/6/2026).
Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, menjadi tonggak penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Pidie Jaya, para kepala SKPK terkait, Tim PSKBA Kementerian Sosial RI, Tim PSKBA Dinas Sosial Aceh, Tagana Aceh, Tagana Pidie, Tagana Pidie Jaya, Muspika Kecamatan Meurah Dua, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, serta insan pers.
Dalam wawancara singkat dengan awak media, Bupati Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial Aceh, serta Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Pidie Jaya yang telah memfasilitasi terbentuknya Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Meurah Dua.
Menurutnya, pelatihan dan pembentukan KSB memberikan bekal pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda Pidie Jaya dalam menghadapi situasi darurat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan terus mendukung program Kampung Siaga Bencana sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Pada kesempatan tersebut, Iqbal Mustafa resmi dikukuhkan sebagai Ketua Kampung Siaga Bencana Kecamatan Meurah Dua. Kepada SuaraGlobal.id, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Aceh, Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, serta Tagana Pidie Jaya yang telah memberikan pembinaan dan ilmu penanggulangan bencana kepada para anggota KSB.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut, sehingga ketika bencana terjadi, seluruh unsur dapat bergerak cepat membantu masyarakat, khususnya di Kecamatan Meurah Dua dan Kabupaten Pidie Jaya secara umum.
Apel pengukuhan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh. Bupati Pidie Jaya bertindak sebagai pembina apel, sementara laporan panitia disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Pidie Jaya.
Adapun komandan apel dipercayakan kepada Ridwan, anggota Tagana Pidie Jaya.v
Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi penanganan bencana yang menggambarkan terjadinya banjir bandang. Dalam simulasi tersebut diceritakan terdapat dua korban meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka-luka. Ketua KSB segera melaporkan kejadian kepada Dinas Sosial, yang kemudian mengoordinasikan Tim Tagana bersama seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evakuasi, pertolongan, hingga penanganan para korban. Seluruh proses berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan seluruh korban berhasil dievakuasi ke shelter dengan aman.
Pengukuhan Kampung Siaga Bencana Meurah Dua bukan sekadar seremoni, melainkan lahirnya sebuah komitmen bersama bahwa keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab semua pihak. Dengan sinergi pemerintah, relawan, dan masyarakat, Pidie Jaya kini semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana, sekaligus membangun budaya tanggap, tangguh, dan peduli demi melindungi setiap jiwa.(Ismed).













