Aceh Tamiang, satupena.co.id
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memberikan dukungan nyata bagi pemulihan usaha pelaku Industri Kecil dan Menengah yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Kamis, (18/6/2026), diserahkan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Drs. Yedi Subaryadi, dan diterima oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H.
Bupati Armia menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah pusat mengingat banyak pelaku usaha yang hingga kini belum memiliki sarana produksi yang memadai pasca banjir besar yang melanda wilayah ini pada November 2025 lalu. Menurutnya, dukungan ini menjadi dorongan penting agar roda perekonomian warga kembali berputar.
“Masih banyak pelaku IKM yang berjuang memulihkan usahanya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil produksi mereka agar lebih berdaya saing,” ujar Bupati Armia.
Bantuan yang disalurkan meliputi dukungan modal usaha serta beragam peralatan produksi praktis seperti penanak nasi, kompor gas, penggiling makanan, panci, alat pemeras buah, dan perlengkapan usaha lainnya yang sangat dibutuhkan untuk melancarkan kembali kegiatan usaha sehari‑hari.
Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Subaryadi, menjelaskan bahwa pada tahap awal ini penyaluran ditujukan secara langsung kepada individu pelaku usaha mengingat pendataan sempat terganggu akibat dampak bencana. Ke depannya, pihaknya sedang menyusun ulang data agar bantuan tahap selanjutnya dapat disalurkan secara terpadu melalui Kelompok Usaha Bersama dan tepat sasaran.
Komitmen dukungan ini tidak berhenti pada penyerahan barang saja. Kementerian Perindustrian merencanakan pendampingan serta pemantauan berkelanjutan bagi pengembangan IKM di Aceh Tamiang selama tiga tahun berturut‑turut, mulai tahun 2026 hingga 2028. Program tersebut mencakup pemberian peralatan, pelatihan keterampilan, hingga fasilitasi sertifikasi mutu agar produk pelaku usaha setempat semakin dikenal dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sendiri berjanji akan terus mendukung penguatan sektor IKM melalui berbagai program pembinaan, bantuan sarana, serta memfasilitasi akses pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat pascabencana.
Turut hadir dalam penyerahan tersebut Kepala Balai Diklat Industri Medan, Direktur PTKI Medan, Kasubbag Tata Usaha Ditjen IKMA, Kepala BSPJI Medan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tamiang, Staf Ahli Bupati, para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta perwakilan masyarakat penerima bantuan.(Yogi).

















