BeritaKalimantanSAMPIT

Jelang Tahun Ajaran Baru, Warga Sampit Ramai-Ramai Jual Emas untuk Biaya Sekolah Anak

×

Jelang Tahun Ajaran Baru, Warga Sampit Ramai-Ramai Jual Emas untuk Biaya Sekolah Anak

Sebarkan artikel ini

Fenomena Tahunan Kembali Terjadi, Emas Dicairkan Demi Menutupi Kebutuhan Pendidikan Mulai dari Uang Pangkal hingga Perlengkapan Sekolah

Sampit- Satupena.co.id: Menjelang libur panjang sekolah dan dimulainya tahun ajaran baru, warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali ramai menjual emas perhiasan milik mereka. Fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun ini menjadi salah satu cara masyarakat memperoleh dana cepat guna memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak.17 Juni 2026.

Pantauan di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Rabu (17/6/2026), menunjukkan sejumlah warga, khususnya kaum ibu, mendatangi toko-toko emas untuk menjual perhiasan yang mereka miliki. Dana hasil penjualan tersebut umumnya digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah anak, mulai dari pendaftaran peserta didik baru, pembayaran uang pangkal, pembelian seragam, sepatu, hingga buku pelajaran.

Bagi sebagian masyarakat, emas bukan sekadar perhiasan atau instrumen investasi, tetapi juga menjadi aset yang dapat dicairkan sewaktu-waktu ketika kebutuhan mendesak muncul, termasuk untuk biaya pendidikan.

Baca juga Artikel ini :  Satresnarkoba Polres Bener Meriah Tangkap Pemuda 22 Tahun, Sabu 1,4 Gram Disita

Pedagang emas Mitra Baru, Muliana Sari, mengatakan bahwa peningkatan jumlah warga yang menjual emas menjelang tahun ajaran baru merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap tahunnya.

“Sebagian besar masyarakat yang datang menjual emas perhiasan mengaku membutuhkan dana untuk persiapan masuk sekolah anak mereka. Ini sudah menjadi tren setiap menjelang tahun ajaran baru,” ungkap Muliana.

Baca juga Artikel ini :  Ketum SPBI Usul Parliamentary Threshold dan Presidential Threshold Diturunkan Jadi 1 Persen Dipemilu 2029

Menurutnya, harga jual emas mengikuti harga pasar yang berlaku saat ini. Namun, setiap transaksi penjualan dikenakan potongan harga yang bervariasi, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp70.000 per gram, tergantung jenis dan kondisi emas yang dijual.

Meski didominasi oleh transaksi penjualan, aktivitas pembelian emas juga tetap terlihat. Sebagian masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli emas perhiasan, terutama jenis emas berkadar tinggi yang memiliki nilai investasi lebih baik.

“Tidak semua yang datang menjual emas. Ada juga yang membeli, terutama emas perhiasan jenis 999 yang saat ini cukup diminati masyarakat,” tambahnya.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 05/Linge Jalin Komsos dengan Pemuda Desa Kemerleng

Saat ini, harga emas perhiasan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit tercatat berada pada kisaran Rp2.450.000 per gram untuk emas 999. Sementara emas 750 dijual seharga Rp2.050.000 per gram, emas 700 sebesar Rp1.900.000 per gram, emas 400 Rp1.150.000 per gram, dan emas 375 dibanderol sekitar Rp1.100.000 per gram.

Fenomena meningkatnya penjualan emas menjelang tahun ajaran baru menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat rela mencairkan aset yang dimiliki demi memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka tetap terpenuhi.

(Mex)

Hayo mau copy paste ya