BeritaJAWA TIMUR

Dugaan Mafia Pupuk Subsidi di Malang Ancam Ketahanan Pangan Nasional

×

Dugaan Mafia Pupuk Subsidi di Malang Ancam Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

Petani kecil di Sumbermanjing Wetan kesulitan akses pupuk subsidi, distribusi diduga dikuasai kelompok tertentu

Malang- Satupena.co.id: Program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat sorotan. Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ratusan petani kecil dilaporkan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama dalam menunjang produksi pertanian.

Di lapangan, sejumlah petani mengaku tidak lagi menemukan pupuk subsidi di tingkat pengecer resmi. Yang tersedia hanya pupuk non-subsidi dengan harga jauh lebih tinggi, sehingga memberatkan biaya produksi.

“Kalau pupuk subsidi selalu dibilang sudah habis atau hanya untuk kelompok tertentu,” ujar salah seorang petani setempat.

Baca juga Artikel ini :  "Pena yang Tak Tunduk" Manifesto Perlawanan Seorang Jurnalis

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik monopoli distribusi pupuk subsidi oleh kelompok tertentu. Warga menyebut jaringan tersebut sebagai “mafia lama” yang diduga telah lama menguasai alur distribusi di wilayah itu.

Pupuk subsidi disebut hanya beredar di kalangan kelompok tani tertentu, sementara petani kecil di luar kelompok tersebut tidak mendapatkan akses yang sama. Situasi ini menimbulkan ketimpangan yang semakin melebar di sektor pertanian.

Keluhan serupa tidak hanya datang dari satu desa, melainkan hampir merata di seluruh wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Hal ini mengindikasikan persoalan distribusi pupuk subsidi bersifat sistemik dan telah berlangsung cukup lama.

Baca juga Artikel ini :  Kapolsek Idi Tunong Pimpin Aksi Bersih Masjid, Pererat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sejumlah petani menilai lemahnya pengawasan serta tidak adanya transparansi dalam pendataan penerima pupuk menjadi celah utama terjadinya penyimpangan.

Keterbatasan akses pupuk subsidi berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Banyak petani terpaksa mengurangi penggunaan pupuk atau beralih ke pupuk non-subsidi dengan harga tinggi.

Akibatnya, hasil panen menurun, sementara biaya produksi meningkat. Kondisi ini tidak hanya merugikan petani, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan pangan dalam jangka panjang.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap distribusi pupuk subsidi di wilayah tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Ganja, Dua Tersangka Ditangkap dan Dua Lokasi Lahan Ganja di Musnahkan

Langkah tegas dinilai diperlukan, mulai dari pembenahan sistem distribusi, peningkatan pengawasan, hingga penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kuota subsidi.

Permasalahan pupuk subsidi di Sumbermanjing Wetan menjadi gambaran bahwa tantangan ketahanan pangan tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada distribusi yang adil dan tepat sasaran. Tanpa perbaikan menyeluruh, program strategis nasional berisiko tidak berjalan optimal di tingkat akar rumput.

Reporter: Sunarto.

Hayo mau copy paste ya