Banda Aceh- Satupena.co.id: mengajak generasi muda Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi publik yang digelar mahasiswa asal Samadua di Wahana Jeda Ruang Bicara, kawasan Batoh, Banda Aceh, Senin (11/5/2026).
Dalam forum itu, Rafly menekankan pentingnya peran strategis anak muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang kian kompleks. Mulai dari masalah sampah, peredaran narkoba, hingga maraknya praktik judi online yang dinilai mengancam masa depan generasi muda.
Para peserta diskusi menilai peredaran narkoba menjadi ancaman serius yang dapat merusak generasi muda secara sistematis apabila tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, mereka menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, pengawasan lingkungan, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan.
Selain itu, isu pendidikan turut menjadi perhatian utama. Mahasiswa meminta agar sistem penyaluran beasiswa dilakukan secara transparan, adil, dan bebas dari diskriminasi. Mereka menyoroti dugaan ketimpangan akses akibat kedekatan dengan pihak tertentu yang dinilai merugikan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Dalam diskusi tersebut, lembaga legislatif seperti DPRK dan DPRA diharapkan dapat memperjuangkan persoalan ini hingga ke tingkat kebijakan. Mahasiswa juga meminta adanya ruang dialog resmi agar aspirasi terkait pendidikan dapat disampaikan secara terbuka dan konstruktif.
Di sektor lingkungan, peserta menyoroti persoalan sampah rumah tangga yang mencemari sungai dan berdampak pada kerusakan ekosistem. Kondisi tersebut disebut menyebabkan penurunan populasi ikan serta pendangkalan sungai di sejumlah wilayah.
Ancaman mikroplastik juga menjadi perhatian, mengingat dampaknya yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang. Untuk itu, mahasiswa mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis gampong sebagai langkah konkret dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Samadua. Pengembangannya membutuhkan dukungan infrastruktur, budaya masyarakat yang ramah, serta penguatan produk lokal agar mampu menarik minat wisatawan.
Sebagai tindak lanjut, peserta diskusi merencanakan pelaksanaan Gerakan Peduli Lingkungan bersama berbagai pemangku kepentingan, usai pelaksanaan Mubes IMPS dan terbentuknya kepengurusan baru. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan pesisir sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Diskusi publik ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih inklusif, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Samadua ke depan. ( SrNTv ).













