Aceh Tengah- Satupena.co.id: Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres. Hingga Sabtu (16/5/2026), realisasi pekerjaan telah mencapai 33 persen, dengan fokus pada penyelesaian struktur dasar dan awal pemasangan konstruksi utama.
Jembatan yang berlokasi di Desa Reje Payung ini dibangun dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter, melintasi sungai selebar sekitar 90 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menopang beban hingga 1 ton dan menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Danramil 05/Linge, Lettu Mukhlis, mengatakan bahwa seluruh tahapan pekerjaan pondasi telah rampung. “Pekerjaan awal seperti pembersihan lokasi, penggalian, hingga pengecoran pondasi dan abutmen di semua titik sudah selesai 100 persen. Saat ini masuk tahap pemasangan pylon dan penegangan sling,” ujarnya.
Pada hari yang sama, kegiatan difokuskan pada penegangan tali sling sebagai bagian dari struktur utama jembatan. Tahapan ini akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Pembangunan jembatan tersebut didukung anggaran sekitar Rp424 juta dan melibatkan personel gabungan dari Koramil 05/Linge, Yon TP 854/DK, serta tenaga asistensi dari Zidam Iskandar Muda. Partisipasi masyarakat setempat juga turut membantu proses pengerjaan di lapangan.
Meski cuaca sepanjang hari didominasi mendung dan hujan pada sore hari, pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana. Situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan kondusif tanpa hambatan berarti.
Keberadaan jembatan ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas warga, khususnya bagi 335 jiwa di Desa Reje Payung dan 410 jiwa di Desa Jamat. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan ini juga diyakini akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah dan aparat terkait menargetkan pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan sebagai jalur penghubung yang lebih aman dan efisien bagi warga di kawasan tersebut.













