Aceh Tamiang,–satupena.co.id:
Gubernur Lions Club Internasional Wilayah 2 Indonesia Distrik 307-A2, DG Suleiman Sumiati meresmiakan pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. Kegiata tersebut dilaksana Kampung Kota Kualasimpang, Kecamatan Kualasimpang, pada Sabtu (16/05/2026).
Acara ini dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Lions Club Internasional Wilayah 2 Indonesia Distrik 307-A2, DG Suleiman Sumiati. Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi, MH memberikan amanah kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, untuk mewakili pemerintah daerah dalam kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan ini.
Kehadiran perwakilan unsur pemerintah daerah, jajaran pengurus Lions Club, tokoh masyarakat, serta warga setempat menjadi saksi pentingnya langkah pemulihan pasca bencana. Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian utama dari program kepedulian sosial yang digagas oleh Lions Club Medan Chakra Indonesia Distrik 307-A2, dan dilaksanakan berkat kerja sama yang erat dengan Lions Club Kualasimpang Host di bawah kepemimpinan Presiden Klub, H. Hadeka Paino.
Program ini hadir menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak parah akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 hingga Februari 2026 lalu. Bencana tersebut tidak hanya merusak pemukiman warga, tetapi juga merontokkan jaringan distribusi air bersih dan mencemari sumber-sumber mata air yang ada. Menyadari hal tersebut, Lions Club tidak hanya membangun satu titik fasilitas, namun menyebarkan pembangunan sumur dalam di berbagai kecamatan di wilayah Aceh Tamiang agar akses air bersih dapat dinikmati secara merata dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya usai peresmian, Plt Sekda Drs. Syuibun Anwar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas perhatian besar yang diberikan oleh Lions Club Internasional. Menurutnya, keberadaan sumber air bersih adalah kebutuhan paling dasar dan menjadi prioritas utama pemulihan kehidupan warga pasca bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh lapisan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Lions Club Medan Chakra Indonesia Distrik 307-A2 yang telah menjadikan daerah kami sebagai fokus utama program kemanusiaan. Sinergi yang terjalin bersama Lions Club Kualasimpang Host pimpinan Bapak H. Hadeka Paino ini membuktikan bahwa kolaborasi antara organisasi sosial dan pemerintah daerah sangat kuat dalam upaya menyejahterakan masyarakat,” tegas Drs. Syuibun Anwar.
Lebih lanjut dijelaskan, dukungan yang diberikan oleh Lions Club tidak berhenti hanya pada pembangunan sumur bor ini saja. Sejak masa tanggap darurat berlangsung hingga tahap pemulihan awal, organisasi ini telah aktif menyalurkan berbagai bantuan vital lainnya. Mulai dari pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), pemasangan instalasi pengolahan air hingga layak diminum, serta pendistribusian paket sembako dan pasokan air bersih ke titik-titik pengungsian. Seluruh bantuan tersebut sangat meringankan beban warga yang kala itu kehilangan tempat tinggal dan akses kebutuhan dasar.
Sementara itu, DG Suleiman Sumiati selaku Penjabat Gubernur Lions Club Internasional Wilayah 2 Indonesia Distrik 307-A2 dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran program ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam menjalankan tanggung jawab sosial kemanusiaan. Pemilihan Aceh Tamiang sebagai lokasi program didasarkan pada dampak kerusakan yang cukup besar akibat banjir bandang, di mana pemulihan sarana air bersih menjadi kunci utama pemulihan kesehatan dan kebersihan lingkungan pemukiman.
“Kami berharap fasilitas yang telah kami bangun ini dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Air bersih adalah hak dasar setiap manusia, dan kehadiran sumur ini diharapkan dapat menjadi berkah serta menjamin kesehatan warga Kampung Kota Kualasimpang dan sekitarnya,” ujar DG Suleiman Sumiati.
Presiden Lions Club Kualasimpang Host, H. Hadeka Paino, menambahkan bahwa pembangunan sumur dalam yang tersebar di berbagai kecamatan ini dirancang menggunakan kapasitas dan teknologi tepat guna agar mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga maupun pendukung kegiatan pertanian warga.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat serta pemerintah kampung setempat. Kegiatan ini adalah wujud bakti kami untuk daerah asal, agar air yang mengalir senantiasa membawa manfaat dan kenyamanan bagi kehidupan warga Aceh Tamiang,” ungkap H. Hadeka Paino.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas terkait berkomitmen untuk turut memantau dan mendukung pemeliharaan fasilitas yang telah diserahkan. Keberadaan sumber air bersih yang stabil dan terjamin kualitasnya diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca bencana, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang secara keseluruhan.(EB).













