Aceh Tamiang – satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait rusaknya jembatan penghubung di Kecamatan .
Atas arahan langsung Bupati Aceh Tamiang, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda), Drs. Syuibun Anwar, turun langsung meninjau kondisi jembatan yang menghubungkan Kampung Matang Sentang dan Kampung Lubuk Damar, Kamis (15/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kerusakan parah yang telah terjadi sejak tahun 2024.
Dalam kunjungan tersebut, Plt Sekda turut didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Bappeda, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Hadir pula Camat Seruway, Kepala Mukim, serta Datok Penghulu Kampung Matang Sentang yang memberikan penjelasan terkait dampak kerusakan jembatan bagi masyarakat.
Diketahui, jembatan tersebut merupakan jalur alternatif utama yang sangat vital bagi aktivitas warga di dua kampung. Namun, sejak diterjang banjir besar pada 2024, kondisi jembatan mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Akibatnya, warga terpaksa menempuh jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh. Hal ini berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian ke pasar.
“Kedatangan kami ke sini merupakan perintah langsung dari Bapak Bupati untuk melihat dan mendengar langsung permasalahan masyarakat. Jembatan ini sangat vital sebagai penghubung antar kampung, namun kondisinya sudah rusak berat dan belum dapat difungsikan kembali,” ujar Syuibun Anwar di lokasi.
Berdasarkan hasil pemantauan tim teknis Dinas PUPR, kerusakan jembatan meliputi runtuhnya sebagian lantai serta tergerusnya pondasi akibat derasnya arus sungai.
Menanggapi hal tersebut, Plt Sekda menginstruksikan kepada tim teknis agar segera menyusun kajian teknis lengkap beserta estimasi anggaran yang dibutuhkan, baik untuk perbaikan maupun pembangunan ulang jembatan. Kajian ini akan menjadi dasar dalam penentuan prioritas program pembangunan daerah ke depan.
“Saya telah meminta Dinas PUPR dan Bappeda untuk segera menyusun dokumen perencanaan. Kita harapkan perbaikan jembatan ini dapat masuk dalam program prioritas, sehingga akses masyarakat kembali lancar dan perekonomian warga dapat pulih,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Seruway menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang cepat merespons aspirasi masyarakat. Ia berharap pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan, mengingat fasilitas tersebut sangat dibutuhkan oleh ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
(D.Yogi.S)













