Aceh Tamiang-;Satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Yayasan Buddha Tzu Chi terus mempercepat pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, yang meninjau langsung lokasi pembangunan di Kampung Tanjung Seumentok, Kecamatan Karang Baru, Kamis (15/05/2026).
Program pembangunan huntap ini merupakan bagian dari bantuan kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut dan mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga.
Dalam peninjauan tersebut, Syuibun Anwar didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait serta perwakilan yayasan. Ia memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, dengan target sebanyak 500 unit rumah yang dibangun menggunakan standar konstruksi yang tahan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan besar dari Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh Tamiang. Bantuan pembangunan 500 unit huntap ini sangat berarti, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir,” ujar Syuibun Anwar di sela-sela kunjungan.
Ia menegaskan, kehadiran hunian tetap ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, tetapi juga mampu menjadi awal kebangkitan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah akan terus mengawal pembangunan ini agar selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Kami ingin memastikan rumah yang dibangun benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, proses pembangunan juga melibatkan tenaga kerja lokal guna mendorong perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang sebelumnya telah menyebabkan ratusan rumah warga rusak berat bahkan hanyut terbawa arus, sehingga banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan, kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap mulai terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga berkomitmen untuk terus memfasilitasi pembangunan hingga tahap serah terima kepada masyarakat. Tidak hanya itu, program pendampingan pasca-penempatan juga disiapkan guna membantu warga beradaptasi serta membangun kembali kehidupan yang lebih tangguh di masa mendatang.
(D.Yogi.S)













