Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Harapan baru bagi warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang mulai menjadi kenyataan. Sebanyak 200 unit Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Tanjung Seumantoh resmi memasuki tahap verifikasi dan pengundian yang digelar secara terbuka di Aula Setdakab, Minggu (03/05/2026).
Kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.
Program pembangunan Huntap ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, melainkan juga wujud nyata solidaritas kemanusiaan.
“Pembangunan Huntap ini adalah bukti bahwa kepedulian tidak mengenal perbedaan agama, suku, maupun golongan. Kita mungkin berbeda, tetapi kita satu dalam kemanusiaan dan semangat membantu sesama,” ujar Armia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan mitra dalam mempercepat proses pembangunan ribuan unit rumah bagi masyarakat terdampak.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara transparan dan acak untuk menjamin keadilan bagi seluruh calon penerima manfaat.
“Tidak ada titipan, tidak ada pilih kasih. Semua dilakukan secara terbuka agar adil. Siapapun yang mendapatkan nomor rumah, itulah rezekinya. Kami harap masyarakat dapat menerimanya dengan ikhlas,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat agar menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan. Ia berharap hunian tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, sekaligus menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik.
“Saya juga berpesan agar masyarakat menjaga kerukunan dan kebersamaan di lingkungan baru nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Mujianto, menyampaikan komitmen pihaknya untuk mempercepat proses pembangunan Huntap. Ia menilai setiap waktu sangat berharga bagi masyarakat yang tengah menanti kepastian tempat tinggal.
“Kami berusaha menyelesaikan pembangunan secepat mungkin. Setiap keterlambatan berarti memperpanjang kesulitan masyarakat, sehingga proses harus berjalan cepat dan tepat,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selain membangun rumah, pihaknya akan melengkapi setiap unit Huntap dengan berbagai kebutuhan dasar rumah tangga.
“Setelah pembangunan selesai, kami juga akan menyerahkan isi rumah seperti sofa, tempat tidur, meja, hingga rak penyimpanan. Kami berharap ini dapat membantu warga memulai kehidupan baru dengan lebih baik,” jelas Mujianto.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi pengundian simbolis bagi sepuluh peserta pertama yang telah menyelesaikan registrasi. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan disambut antusias oleh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Forkopimcam, Plt. Sekda Aceh Tamiang, para Asisten Setdakab, kepala OPD, jajaran Yayasan Buddha Tzu Chi, serta perwakilan masyarakat penerima manfaat.
Kehadiran Huntap ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana. (D.Yogi.S)













