Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Sinergi antara TNI dan insan pers dinilai menjadi faktor krusial dalam mempercepat pemulihan Kabupaten Aceh Tamiang pasca bencana banjir besar yang terjadi pada September 2025 lalu.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi antara sejumlah wartawan dari berbagai media dengan Komandan Koramil (Danramil) 08 Rantau, jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang, Kapten Inf. Lusmin, yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026). Pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyamakan persepsi serta memperkuat langkah bersama guna mendorong percepatan pemulihan daerah, khususnya di sektor infrastruktur, ekonomi masyarakat, dan kondisi sosial pascabencana.
Kapten Inf. Lusmin menegaskan bahwa TNI dan media merupakan dua elemen penting bangsa yang memiliki peran saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
“Kami memandang rekan-rekan media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan daerah. TNI hadir di lapangan untuk pelayanan dan keamanan, sementara media menjadi jembatan informasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujar Lusmin.
Menurutnya, banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak signifikan, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga melemahnya aktivitas ekonomi warga. Oleh karena itu, upaya pemulihan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk peran aktif media.
Ia menekankan pentingnya fungsi media dalam mengawal proses pemulihan sekaligus menyebarluaskan informasi positif terkait progres pembangunan dan langkah-langkah strategis yang dilakukan di lapangan.
“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu melihat Aceh Tamiang bangkit, maju, dan masyarakatnya sejahtera. Dengan sinergi yang kuat antara TNI dan pers, proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Danramil juga mengajak insan pers untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka, aktif, dan konstruktif dalam merespons berbagai dinamika di tengah masyarakat. Ia menilai media memiliki peran penting dalam mendeteksi persoalan sejak dini melalui pemberitaan yang tajam namun tetap berimbang dan bertanggung jawab.
Lebih jauh, sinergitas ini juga dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di masa pemulihan pascabencana yang rentan terhadap gejolak sosial dan ekonomi.
“Situasi yang aman dan kondusif adalah kunci agar roda perekonomian kembali bergerak dan kehidupan sosial masyarakat pulih. Untuk itu, kolaborasi ini harus terus dijaga dan diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, para wartawan yang hadir menyambut positif inisiatif yang dilakukan Koramil 08 Rantau. Mereka menilai kerja sama antara TNI dan media merupakan fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan dan optimisme masyarakat pascabencana.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kerja nyata di lapangan demi memastikan setiap kebijakan, program, dan perkembangan pemulihan dapat tersampaikan secara akurat, utuh, dan transparan kepada publik.
Pertemuan ditutup dengan suasana penuh keakraban, menandai komitmen bersama antara TNI dan insan pers untuk terus bersinergi demi mewujudkan Aceh Tamiang yang bangkit, aman, dan sejahtera.
(D.Yogi.S)














