Aceh Tamiang – Satupena.co.id:
Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 terus menunjukkan progres positif melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu wujud nyata terlihat pada Selasa (19/05/2026), saat Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, MH, meresmikan 66 unit hunian sementara (huntara) hasil kontribusi dunia usaha.
Huntara tersebut dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh PT Padang Palma Permai dan PT Sri Kuala. Kompleks hunian ini berlokasi di area perkantoran PT Padang Palma Permai, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, dan diperuntukkan bagi karyawan perusahaan yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana.
Pembangunan 66 unit huntara ini tidak hanya menjadi solusi hunian darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen sektor swasta dalam mendukung percepatan pemulihan daerah, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan pekerja yang terdampak langsung bencana.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Fahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua perusahaan atas kepedulian dan kontribusi nyata yang diberikan. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik.
“Bantuan ini bukan hanya bangunan semata, tetapi menjadi simbol harapan baru, rasa aman, serta wujud nyata kepedulian dan empati kemanusiaan di tengah masa pemulihan yang masih berlangsung,” ujar Armia Fahmi.
Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu serta sinergi kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta. Kehadiran huntara yang layak huni dan dilengkapi fasilitas dasar dinilai sangat membantu meringankan beban masyarakat terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa kebutuhan hunian tetap (huntap) di Aceh Tamiang masih cukup besar, mencapai sekitar 10.000 unit. Hingga kini, pembangunan terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun sekitar 500 unit rumah, serta Mabes Polri dengan kontribusi 250 unit hunian.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal dan mempercepat proses pemulihan ini, termasuk pembangunan hunian tetap serta pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Armia Fahmi juga mengungkapkan komitmen PT Minamas Group yang siap menyediakan lahan seluas 28 hektare untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Lahan tersebut diharapkan mampu menampung ribuan keluarga agar memiliki tempat tinggal permanen yang aman dan layak.
Peresmian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Pemerintah berharap langkah yang dilakukan PT Padang Palma Permai dan PT Sri Kuala dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang. (D.Yogi.S)













