AcehACEH TIMURBerita

Tari Saman Persahabatan Pererat Tali Silaturahmi Gayo-Pining di Serbajadi

×

Tari Saman Persahabatan Pererat Tali Silaturahmi Gayo-Pining di Serbajadi

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur, Satupena.co.id.– Usai mengikuti seminar di Kantor Camat Serbajadi, Majelis Adat Aceh (MAA) Serbajadi menggelar penyambutan rombongan Tari Saman Persahabatan dari Desa Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (9/8/2025).

Acara yang berlangsung di Dusun Ketibung, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur ini digelar selama dua hari dua malam, mulai Sabtu hingga Senin (11/8/2025), sebagai bentuk memperkuat adat dan budaya Gayo di Provinsi Aceh.

Baca juga Artikel ini :  Bhabinkamtibmas Kelurahan Sentosa Palembang Sambangi TPS 38

Rombongan Tari Saman dari Desa Gajah dipimpin langsung oleh Camat Pining, Wenzulfian.S.T, bersama Keuchik Gajah, Urangtue Tgk Umam, perangkat desa, dan seluruh masyarakat Desa Gajah. Mereka disambut hangat oleh Camat Serbajadi, Taupiq Hidayat, S.T., Pj Keuchik Gampong Bunin, Muhammad Kasim, S.Pd., Tuha Peut Gampong Bunin, Saiful Bahri, Tgk Imum Gampong Bunin, perangkat desa, dan masyarakat Dusun Ketibung.

Baca juga Artikel ini :  Kapolsek Pimpin Patroli Dialogis di Posko Pemenangan Pilbup Pidie Jaya: Upaya Membangun Stabilitas Jelang Pemilihan

Tradisi mencariserinen (mencari saudara) menjadi inti dari kegiatan ini. Para tamu dari Desa Gajah dibawa ke rumah-rumah warga Dusun Ketibung untuk menginap dan menjalani kebersamaan selama dua hari dua malam. Selain suguhan makan dan minum, warga tuan rumah juga memberikan selpah (oleh-oleh) kepada setiap tamu untuk dibawa pulang ke kampung asal.

Baca juga Artikel ini :  Baksos HUT KORPRI ke-54, Pemko Langsa Kumpulkan 35 Kantong Darah

Menurut Bukhari Muslim, M.H., tradisi ini bukan sekadar pertunjukan seni dan jamuan makan, tetapi sebuah ikatan persahabatan yang diharapkan akan terus terjalin abadi, baik di dunia maupun di akhirat.

Acara ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya dan penguatan silaturahmi antarwilayah di Tanah Gayo, sekaligus memperkaya nilai-nilai adat di Provinsi Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya