AcehBerita

Visi Misi Muzakir-Fadhlullah Cakup Nilai Keislaman dan Adat Budaya Aceh

×

Visi Misi Muzakir-Fadhlullah Cakup Nilai Keislaman dan Adat Budaya Aceh

Sebarkan artikel ini

Takengon- satupena.co.id

Jamaluddin, dosen ilmu manajemen Universitas Teknologi Nusantara, mengatakan visi dan misi pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah menjunjung nilai-nilai keislaman, adat dan budaya Aceh.

Dia yakin sepanjangan pasangan ini konsisten, maka Aceh bakal memiliki masa depan yang lebih baik.

“Apalagi sosok Muzakir Manaf adalah figur sederhana. Ini adalah sebuah modal penting dalam meraih kepercayaan untuk membangun Aceh,” kata Jamaluddin, Rabu, 25 September 2024.

Baca juga Artikel ini :  Anggota DPRK Aceh Tengah Sampaikan Empati atas Kondisi RSUD Datu Beru Takengon

Kemampuan memimpin dan kesederhanaan adalah salah satu kunci penting yang dinilai Jamaluddin sangat berpengaruh dalam membangun Aceh.

Masyarakat Aceh, kata dia, adalah masyarakat yang egaliter dan tidak banyak daerah dengan karakteristik seperti itu di nusantara.

Lewat kepemimpinan yang egaliter, kata Jamaluddin, setiap anggota masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan kritik mereka tentang roda pemerintahan.

Baca juga Artikel ini :  Tim Gabungan TNI-Polri, SAR, dan Warga Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Ulim

Jamaluddin yakin pasangan ini, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, dapat menyerap aspirasi rakyat Aceh lebih baik lagi.

Jamaluddin juga menilai visi dan misi yang disampaikan pasangan ini di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Terutama Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

Baca juga Artikel ini :  Semangat Kebersamaan Menguat, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe Gelar Gotong Royong Massal

Program-program juga dibuat dengan hati-hati, termasuk dengan rincian perencanaan yang lengkap. Sehingga program-program tersebut dapat dijabarkan dengan baik oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh.

Jamaluddin mengatakan pembangunan Aceh oleh pemerintahan harus benar-benar memperhatikan keseimbangan alam.

Tanpa hal itu, kata dia, Aceh bakal sulit bangkit untuk membangun karena terus didera oleh persoalan lingkungan dan sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya