AcehACEH TAMIANGBeritaPemerintah

Sekda Aceh Tamiang Apresiasi Percepatan Pengaliran Air Bersih, Soroti Tantangan Layanan PDAM

×

Sekda Aceh Tamiang Apresiasi Percepatan Pengaliran Air Bersih, Soroti Tantangan Layanan PDAM

Sebarkan artikel ini

Aceh TamiangSatupena.co.id:  Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya percepatan pengaliran air bersih bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Sub Klaster AMPL/WASH yang digelar di Aula Bupati Aceh Tamiang, Rabu (25/2/2026).

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bukan semata tanggung jawab satu institusi, melainkan menjadi kewajiban kolektif seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai, koordinasi lintas sektor melalui Sub Klaster AMPL/WASH merupakan langkah strategis untuk mengurai berbagai persoalan layanan air minum, khususnya yang dihadapi oleh .

Baca juga Artikel ini :  Kepolisian Sektor Pegasing Intensifkan Patroli di Kantor KIP Jelang Pilkada

“Koordinasi ini penting untuk memastikan percepatan layanan tetap berjalan, sekaligus meningkatkan cakupan dan kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujar Syuibun.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Aceh Tamiang, Juanda, S.IP., memaparkan kondisi terkini pelayanan. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 65 karyawan bidang umum dan teknis yang telah dibagi berdasarkan sistem zonasi guna mengoptimalkan respons pelayanan di wilayah kerja masing-masing.

Baca juga Artikel ini :  Polres Lhokseumawe Intensifkan Patroli Presisi untuk Cegah Kenakalan Remaja

Dari sisi cakupan, layanan air minum baru menjangkau 55 persen wilayah dengan total 29.572 sambungan rumah (SR). Namun, tantangan signifikan masih dihadapi, terutama terkait infrastruktur. Sebanyak 24.041 unit water meter tercatat dalam kondisi rusak dan membutuhkan peremajaan.

Juanda juga mengungkapkan kebutuhan mendesak terhadap bahan kimia pengolahan air seperti tawas dan kaporit untuk menjamin operasional enam bulan ke depan. Keterbatasan pendapatan di tengah situasi darurat turut memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas layanan.

Baca juga Artikel ini :  Pejabat Bupati Aceh Tamiang Memberi Apresiasi Kepada Kepolisian Republik Indonesia

Di sisi teknis, tekanan pipa distribusi baru mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas ideal. Selain itu, persoalan pompa dan infrastruktur jaringan di sejumlah wilayah layanan masih menjadi hambatan dalam upaya peningkatan kualitas dan kontinuitas distribusi air.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap terbangun sinergi yang lebih solid antara pemerintah daerah, Perumda, serta seluruh pemangku kepentingan, guna memastikan layanan air bersih tetap berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. ( D. Yogi. S ).