Aceh Tengah- Satupena.co.id: Satuan Tugas (Satgas) TNI terus mengakselerasi pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Senin (2/3/2026) pukul 11.50 WIB, progres fisik proyek telah mencapai 62 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Jembatan gantung sepanjang 100 meter itu dibangun untuk membuka akses dari Desa Owaq menuju sejumlah kampung di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi penghubung utama mobilitas warga yang selama ini terkendala kondisi geografis dan keterbatasan sarana transportasi.
Pengerjaan konstruksi melibatkan personel gabungan TNI, terdiri dari Koramil 05/Linge sebanyak tiga personel di bawah komando Lettu Inf Muklis, serta 30 personel Yon TP 854/DK yang dipimpin Letda Czi Asmadi. Selain itu, dua warga setempat turut membantu pekerjaan teknis di lapangan.
Material utama jembatan merupakan dukungan TNI AD, meliputi seling atas dan bawah, besi UNP, tiang tower, hingga lantai jembatan berbahan kayu keras. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan ketahanan konstruksi di wilayah dengan kontur medan menantang.
Sejumlah pekerjaan yang telah terealisasi antara lain pemasangan seling bawah UNP 100 dan besi holo, pemasangan klem hanger, serta pengerjaan papan lantai jembatan.
Pada hari pelaporan, personel Satgas memfokuskan pekerjaan pada pemasangan besi hanger, pembuatan klem hanger, serta pemotongan besi drat untuk pengikatan besi UNP ke hanger. Sementara masyarakat membantu pemotongan papan kayu lantai sesuai spesifikasi lebar yang telah ditetapkan dalam perencanaan teknis.
Mobilisasi material utama tercatat telah terpenuhi, antara lain 400 sak semen, 119 batang besi ulir, 50 batang besi behel, enam kubik batu split, 15 kubik pasir, 15 kubik batu, delapan tiang tower, 49 batang besi 19 milimeter, dan 40 batang besi holo.
Selain itu, tersedia pula besi siku, besi UNP 100, tracker seling, roller seling atas, baut, plat strip, serta cat besi merah dan putih lengkap dengan thinner dan kuas. Ketersediaan logistik tersebut dinilai cukup untuk mendukung percepatan tahapan konstruksi berikutnya.
Di tengah progres yang berjalan sesuai target, tim di lapangan menghadapi kendala teknis berupa habisnya pasokan oksigen untuk proses pelubangan besi plat strip dua inci yang akan digunakan sebagai dudukan baut cekam. Satgas menyatakan suplai ulang tengah diupayakan agar pekerjaan tidak mengalami penundaan signifikan.
Komando pelaksana menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan Jembatan Gantung Kalaili rampung tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai akses vital yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial di wilayah Linge.









