Scroll untuk baca artikel
Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan Live DMTV Malang
Aceh SingkilPemerintah

Lama Mati Suri, kini Lapangan Penerbangan Pesawat Seakan Hidup Kembali.

84
×

Lama Mati Suri, kini Lapangan Penerbangan Pesawat Seakan Hidup Kembali.

Sebarkan artikel ini

0:00

Foto:Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

Pada Kamis, 21 Maret 2024, Pemerintah Daerah Aceh Singkil secara resmi mengaktifkan kembali penerbangan perdana pesawat dengan rute Medan – Singkil dan Singkil – Medan di Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

Acara tersebut, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pejabat daerah, perwakilan maskapai penerbangan, dan masyarakat setempat, dimulai dengan tradisi adat Aceh Peusijuek oleh Forkopimda Aceh Singkil.

Sebelumnya, Satupena.co.id mencoba menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Syam’un, melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan respons. “Telepon hanya berdering dan pesan hanya dibaca tanpa balasan,” (22/3).

Baca juga Artikel ini :   Pj. Sekda Khairmansyah Minta Seluruh Unsur Sukseskan Milad BKMT Tingkat Provinsi Aceh Ke-43

Kemudian menurut beberapa kalangan masyarakat menganggap acara tersebut berlebihan, dengan menyatakan bahwa ini bukan kali pertama Bandara Syekh Hamzah Fansyuri membuka jalur penerbangan, beberapa tahun sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2009, maskapai Susi Air juga pernah melakukan penerbangan melalui bandara tersebut.

Namun, hal tersebut tidak berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan hanya sebagian kecil masyarakat yang bisa menikmati layanan tersebut.

Baca juga Artikel ini :   Antusiasme Tinggi Warga di Singkil Dalam Pemilihan Umum 2024

Adapun sejumlah sumber menilai, penyebab kegagalan penerbangan sebelumnya antara lain adalah faktor kurangnya minat masyarakat kalangan atas dan minimnya jumlah wisatawan asing yang masuk ke wilayah Singkil.

” kita lihat saja 6 bulan sampai 1 tahun kedepan, apakah mampu kita seperti daerah lain atau aktivitas Bandara kembali mati. Sebab, Pemda Aceh Singkil hanya berharap kepada masyarakat yang ingin bolak-balik kemedan menjadi penumpangnya.”

Baca juga Artikel ini :   H. Hamzah Sulaiman, SH Adakan Halal bi Halal, Jalin Silaturahmi Antar Tokoh Agama dan Masyarakat Aceh Singkil

Selain itu, kekurangan fasilitas bandara di wilayah Hamzah Fansyuri juga menjadi faktor penghambat bagi pilot untuk mendarat di Kabupaten Aceh Singkil.

Meski demikian, harapan masyarakat tetap besar agar bandara ini dapat beroperasi secara berkelanjutan dan semakin banyak maskapai yang beroperasi di sana, sehingga membuka aksesbilitas dan konektivitas dengan daerah lainnya, dan meningkatkan mobilitas penduduk di wilayah yang bersangkutan.

Harga tiket Medan-Singkil Rp 384.620. Sedangkan Singkil-Medan Rp 271.970.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *